JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sragen Berduka, Perawat Senior Sekaligus Pimpinan MTA Mondokan Meninggal Dunia Terpapar Covid-19. Dilepas Bak Pahlawan, Rekan-rekannya Sampai Berjajar di Sepanjang Jalan Demi Beri Penghormatan Terakhir

Rekan sejawat dari Nakes dan tenaga medis di RSUD Moewardi Solo berjajar di sepanjang jalan memberi penghormatan terakhir saat melepas ambulans yang membawa jenazah perawat sekaligus Pimpinan MTA Mondokan Sragen, SK. Foto/Wardoyo

SRAGEN,JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka kembali menghampiri Sragen di tengah lonjakan kasus Corona virus atau covid-19 belakangan ini.

Seorang tenaga kesehatan (nakes) asal Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Sragen berinisial SK (50) meninggal dunia akibat terpapar covid-19.

Almarhum mengembuskan nafas terakhirnya dua hari lalu setelah berjuang hampir 2 pekan lebih melawan penyakit komplikasi dan virus Corona.

Kepergian nakes yang bertugas sebagai perawat anestesi di RSUD dr Moewardi Solo itu menjadi kehilangan besar. Pasalnya almarhum dikenal sebagai sosok perawat senior yang bersahaja di kalangan rekan sejawat dan kolega.

Bahkan, rekan-rekan almarhum sampai rela berjajar di sepanjang jalan demi memberi penghormatan terakhir pada jenazah almarhum saat hendak diberangkatkan dari rumah sakit menuju rumah duka.

Baca Juga :  Berikut Daftar 15 Warga Sragen yang Positif Terpapar dan Meninggal Dunia Hari Ini. Dari Bocah 2 Tahun dari Karangmalang Sampai Kakek 90 Tahun asal Tanon

Tidak hanya itu, almarhum juga dikenal sebagai sosok tokoh agama di wilayahnya. Bahkan informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , almarhum menjabat sebagai Pimpinan Majelis Tafsir Alquran (MTA) Mondokan.

Kabar meninggalnya SK, dibenarkan Pemdes setempat. Sekretaris Desa Pare, Aries Gunanto membenarkan jika SK adalah warga desanya dan meninggal dunia dua hari lalu.

Almarhum meninggal di RSUD dr Moewardi Solo dan dimakamkan di pemakaman Randugunting, Dusun Kedungnongko, Pare, Mondokan.

Pemakaman digelar secara protokol covid-19 yakni dari rumah sakit langsung dibawa ke pemakaman tanpa disemayamkan. Pemakaman dilakukan oleh petugas berpakaian APD lengkap.

Baca Juga :  Tak Hadir Wajib Lapor di Polda Metro Jaya, Gisel Izin Jalani Isolasi Mandiri Usai Sempat Kontak dengan Orang Positif Covid-19

“Menurut informasi, almarhum memikiki riwayat penyakit gula dan lain-lain serta sudah komplikasi. Terakhir sempat dirawat 2 mingguan sebelum kemudian meninggal dunia. Tapi sebelumnya juga sempat dirawat,” paparnya dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (8/1/2021).

Perihal hasil tracing dari kerabat atau orang yang pernah kontak erat, hingga kini pihak desa belum menerima informasi dari Puskesmas.

Di sisi lain, kepergian SK meninggalkan duka bagi warga sekitar dan jemaah MTA Mondokan. Sebab selama ini, almarhum dikenal sebagai sosok yang bersahaja dan dermawan. Bahkan ia rela mewakafkan tanahnya untuk dibangun gedung majelis.

Tak ayal, isak tangis mengiringi kepergian perawat paruh baya itu. Selamat Jalan Pak Mandar! (*/Wardoyo)