JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga Desa Pengkok Sragen Demo Tuntut Dana BKK Rp 570 Juta untuk Perbaikan 18 Jalan Segera Dicairkan. Spanduknya “Yang jatuh itu pesawat Sriwijaya Pak Lurah, kenapa Rp 570 juta ikut jatuh?”

Aksi demo warga Desa Pengkok Kedawung, Sragen menuntut dana BKK Rp 570 juta dicairkan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggeruduk balai desa setempat, Selasa (12/1/2021) siang. Mereka menggelar demo menuntut Pemdes segera merealisasikan dana bantuan keuangan khusus (BKK) dari dua anggota DPRD yang dialokasikan untuk membangun 18 titik jalan di wilayah Pengkok.

Tuntutan itu disampaikan lantaran warga merasa hingga kini dana BKK tahun 2020 yang sudah diplot itu gagal dicairkan oleh Pemdes. Sehingga pembangunan 18 titik jalan tak bisa digelar.

Puluhan warga itu menggelar demo dengan membawa beberapa spanduk bernada kekecewaan terhadap desa.

Di antaranya bertuliskan “Yang jatuh itu pesawat Sriwijaya Pak Lurah, kenapa Rp 570 juta ikut jatuh?”. Kemudian spanduk kain bertuliskan “Apabila Tuntutan Kami Tidak Dipenuhi, Lebih Baik Mundur”, “Kami Minta Haknya Warga” dan ” Jagalah Desaku Jangan Dikhianati”.

Baca Juga :  Viral Motor Dinas Kades di Sragen Kepergok Ditunggangi Boncengan Anak SMA, Ini Pengakuan Kadesnya ke Dinas!

Salah satu tokoh warga RT 13, Sudarno mengatakan aksi itu digelar karena masyarakat menuntut dana BKK sebanyak total Rp 570 juta segera dicairkan.

Menurutnya, dana BKK itu sangat dibutuhkan untuk perbaikan banyak jalan di Pengkok yang saat ini masih rusak.

“Masyarakat Pengkok sangat membutuhkan sekali dana tersebut. Kenapa pihak kelurahan tidak bisa melaksanakan perbaikan jalan? Kendalanya apa?” katanya kepada wartawan di sela aksi.

Padahal, warga sudah mendengar jika dana tersebut sudah masuk ke kas desa dan ke rekening desa. Akan tetapi mengapa dana itu tak bisa dicairkan dan direalisasikan untuk pembangunan.

Sudarno menguraikan BKK ratusan juta itu sangat dinanti karena akan digunakan untuk memperbaiki 18 titik atau ruas jalan di Desa Pengkok.

Baca Juga :  Lokasi Penemuan Mayat di Saluran Air Sidomulyo Diserbu Warga. Korban Diketahui Bernama Tumini

Alokasi dana untuk setiap ruas jalan berbeda-beda mulai dari Rp 30 juta, Rp 40 juta hingga Rp 80 juta.

“Yang jelas ada 18 titik, itu ada yang satu RT Rp 80 juta, Rp 40 juta, ada yang Rp 30 juta,” terangnya.

Warga terpaksa berdemo karena sebelumnya sudah mendengar bahwa dana APBD proyek perbaikan jalan itu telah cair dan masuk ke kas desa atau rekening desa pada 30 November 2020.

Akan tetapi,sampai batas pelaksanaan perbaikan 30 Desember 2020 sampai Januari 2021 proyek tersebut tidak segera dilaksanakan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com