JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Duga Moeldoko Terlibat dalam Upaya KLB, Partai Demokrat Berharap Jokowi Ikut Buka Suara

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, memberikan keterangan kepada awak media susai rapat pleno, di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, 6 Maret 2017. Partai Demokrat menyerahkan keputusan untuk memberikan dukungan kepada paslon Ahok-Djarot atau Anies-Sandi yang maju dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 kepada Agus Harimurti Yudhoyono / tempo.co

587326 620
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, memberikan keterangan kepada awak media susai rapat pleno, di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, 6 Maret 2017. Partai Demokrat menyerahkan keputusan untuk memberikan dukungan kepada paslon Ahok-Djarot atau Anies-Sandi yang maju dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 kepada Agus Harimurti Yudhoyono / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah ramai isu Kongres Luar Biasa (KLB) yang bertujuan mendongkel ketua umumnya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Sjarifuddin Hasan berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut angkat bicara.

Hal itu terkait dengan  ihwal dugaan keterlibatan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan partainya.

Syarief, sapaan Sjarifuddin, sekaligus mengaminkan pandangan pengamat bahwa konflik Demokrat dan Moeldoko bisa mereda jika Jokowi buka suara.

Syarief pun berharap Presiden melakukan penertiban agar anak buahnya tak ikut campur dalam internal Partai Demokrat. Terlebih kini partai berlambang bintang mercy ini dibayangi isu kongres luar biasa yang direncanakan sejumlah pendiri dan kader senior.

“Justru itulah Ketua Umum kami mengirim surat itu mohon klarifikasi resmi, bukan secara
implisit tapi betul-betul eksplisit. Tentu itu seharusnya dilakukan penertiban di lingkungan Pak Jokowi,” kata Syarief di Chopstix, Oakwood Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2/2021).

Baca Juga :  Desakan MLB Partai Kebangkitan Bangsa untuk Ganti Cak Imin Kian Menguat, Ini Alasannya

Kisruh Demokrat versus Moeldoko meruncing setelah Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menuding Moeldoko sebagai aktor pengambilalihan partainya. Moeldoko membantah tuduhan tersebut. Ia juga mengancam akan melakukan langkah lanjutan, tapi tak merinci maksudnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago memprediksi kisruh elite Demokrat dan Moeldoko masih akan berlangsung, bahkan meruncing. Menurut Pangi, solusi menghentikan konflik ini berada di tangan Presiden Jokowi.

Ada baiknya, kata dia, Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan normatif seperti mendukung perdamaian Moeldoko dan SBY. Menurut dia, pernyataan itu bisa diartikan sebagai keputusan Presiden untuk meminta Moeldoko tak cawe-cawe dalam urusan internal Partai Demokrat.

Jika Presiden bicara, Pangi meyakini amarah SBY dan elite Demokrat lain akan mereda.

Baca Juga :  Mengkhawatirkan! Materi Pancasila Hilang dari PP No. 57/2021. MPR Minta Pemerintah Lakukan Revisi

“Kalau Presiden hanya diam, maka seperti ada restu dari beliau kepada Moeldoko untuk mengambil alih Demokrat. Sebab Moeldoko adalah pembantu Presiden Jokowi,” kata Pangi dikutip dari Koran Tempo edisi Sabtu (27/2/2021).

Syarief Hasan mengaminkan pernyataan Pangi ini. “Memang seharusnya begitu kalau pengamat meminta demikian. Mudah-mudahan itu bisa diikuti oleh Presiden Jokowi,” kata Syarief.

Menurut Syarief, Demokrat akan melakukan berbagai macam cara agar KLB Partai Demokrat tak terjadi. Ia juga mempertanyakan legalitas para pendorong KLB yang menurutnya bukanlah para pemilik suara.

“Tentu kami akan melakukan segala macam cara yang sesuai dengan prosedur sesuai dengan aturan peraturan perundang-undangan, agar hal itu tidak terjadi,” ujar politikus yang juga salah satu pendiri Partai Demokrat ini.

www.tempo.co