JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

PP Muhammadiyah: Buzzer Perilaku Tidak Jujur dan Tidak Jantan, Bisa Memecah Belah Bangsa

Ilustrasi orang membaca ionformasi di media sosial. Pexels

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait aktivitas buzzer di media sosial yang menyajikan informasi hoaks, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan sejenisnya hukumnya haram.

Terkait buzzer, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad menilai menilai aktivitas buzzer bisa memecah belah bangsa.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pembentukan TP2DD Percepat Digitalisasi Daerah

“Saya kira buzzer dari pihak manapun ini perilaku tidak jujur dan tidak jantan, apalagi pakai nama anonim, itu (aktivitas buzzer) konsekuensinya memecah belah bangsa,” kata Prof Dadang kepada Republika, Senin (15/2).

Menurutnya, aktivitas buzzer juga menurunkan kredibilitas demokrasi. Dengan adanya buzzer, lanjut dia, orang-orang tidak mau memberikan saran dan tidak mau mengkritik karena para buzzer selalu merespon dengan kata-kata yang menyakitkan, menyudutkan dan melabeli orang lain dengan gelar yang buruk.

Baca Juga :  Menohok, Presiden Sindir Ada Aparat Sowan Pimpinan Ormas yang Sering Bikin Keributan. Polisi Diminta Jangan Gadaikan Wibawa Tapi Bantu Kaum Lemah!

Ia menegaskan, buzzer dari pihak manapun aktivitasnya tidak baik. Karena itu setuju dengan pernyataan MUI yang mengharamkan buzzer.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua