JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Tak Lagi Jabat Wali Kota, Rudy Minta Diperlakukan Seperti Warga Biasa Lainnya

Wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo berpamita kepada sejumlah pegawai di lingkungan Pemkot Solo, Rabu (17/2/2021). Foto: Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sifat rendah hati melekat pada sosok mantan Wali Kota Solo periode 2016-2020, FX Hadi Rudyatmo. Meskipun sudah tidak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Solo, sifat tersebut masih diutamakannya.

Usai purna rugas, Rudy yang berniat untuk merubah statusnya di KTP ke Dispendukcapil Solo, Jumat (19/2/2021) mengaku harus mengurungkan niatnya. Bukan hanya karena mengutamakan pelayanan untuk warga lain, dirinya juga menerima banyak orderan pekerjaan di bengkel lasnya.

Namun dari beberapa pertimbangan batalnya rencana ke Dispendukcapil Solo tersebut, dirinya mengaku enggan diistimewakan dalam hal pelayanan.

Baca Juga :  Sambut Antusias Piala Menpora, Gibran Tegaskan Kota Solo Siap Jadi Tuan Rumah

“Saya maunya, kalau alih status KTP, tidak ada persiapan. Nah, kemarin itu dari Dispendukcapil katanya mau ada persiapan, ya saya Ndak mau itu. Maunya seperti pelayanan ke masyarakat biasa saja. Pelayanannya sama begitu lho,” tuturnya, Jumat (19/2/2021) siang.

Rudy menekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Solo untuk tidak mengistimewakan dirinya bersama Achmad Purnomo.

“Karena saya sudah menjadi warga biasa. Ndak boleh diistimewakan. Kalau toh warga yang menginginkan sendiri mengistimewakan saya, saya akan menolak. Terimakasih banyak jika memang menilai saya istimewa,” tegasnya.

Baca Juga :  Harus Nunggu Beberapa Saat di Ruang Tunggu Balaikota, Rudy Bertemu Walikota Solo Gibran untuk Serahkan 150 Handphone

Terkait itu, Rudy berencana untuk menjadwal ulang keperluan alih status KTPnya ke Dispendukcapil Solo. Dia berencana untuk mendatangi Kantor Dispendukcapil Solo bersama dengan Achmad Purnomo, Senin (22/2/2021).

“Senin ya. Nanti bareng pak Purnomo. Pokoknya jangan mengistimewakan saya dan Pak Our, karena kami sudah menjadi warga biasa,” tukasnya. Prihatsari