JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Apa Sih Luweng itu, Apa Fungsi dan Bagaimana Proses Terbentuknya? Simak Penjelasan Berikut ini Gaes

Luweng yang ditemukan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Dok. Relawan Desa Sumberagung

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Luweng disebut-sebut sebagai saluran air alami di wilayah karst. Ternyata karst terbentuk dalam waktu yang cukup lama.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto menjelaskan, luweng, termasuk yang banyak tersebar di wilayah Wonogiri selatan terbentuk secara alami. Luweng atau sumur vertikal dalam terjadi dari proses pelapukan bebatuan di kawasan karst. Proses ini bisa berlangsung dalam waktu yang tidak singkat.

“Bebatuan karst lapuk dan larut, kemudian dengan bantuan air terus berlangsung sehingga terciptalah saluran dalam tanah berupa luweng itu,” beber Bambang, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Izinkan Warga Jateng Piknik Meski Pageblug Masih Berlangsung, Tak Perlu Parno Pesannya Bawa Minum Sendiri dan Pengelola Tak Boleh Picu Kerumunan

Luweng, menurut dia, ada yang berukuran besar, ada yang kecil. Ada yang awalnya berbentuk vertikal beberapa meter kemudian menjadi horizontal. Hanya saja tidak bisa diketahui berapa kedalaman atau panjang luweng yang ada di Wonogiri.

Ketika luweng tertutup sedimen, air tidak bisa mengalir. Saat turun hujan deras dengan durasi lama akhirnya tercipta genangan hingga mencapai pemukiman.

Baca Juga :  Begini Sikap DPD LDII Wonogiri Terhadap Hasil Munas IX 2021 yang Digelar Secara Online dari Ponpes Minhaajurrosyidin Jakarta Timur

“Luweng ini berfungsi menjadi semacam drainase alami terutama di kawasan karst. Kalau tersumbat maka air tidak bisa mengalir bisa memicu banjir,” jelas dia.

Di wilayah Wonogiri selatan tercatat ada ratusan luweng. Dari jumlah itu sekitar 50-an buah termasuk berukuran besar.
Ratusan luweng tersebar di wilayah Wonogiri selatan. Meliputi Kecamatan Paranggupito, Pracimantoro, Eromoko, Giriwoyo, Manyaran, dan Giritontro. Aria