JOGLOSEMARNEWS.COM Wisata

Besok, Gunung Semeru Kembali Dibuka untuk Pendakian. Simak Cara dan Persyaratan Mendaftar Berikut Ini

Ilustrasi, Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Foto: Tempo.co
PPDB
PPDB
PPDB

MALANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan bahwa pendakian untuk Gunung Semeru akan kembali dibuka mulai besok, Kamis, 1 April 2021.

Pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu akhirnya kembali dibuka setelah sempat selama sekitar 4 bulan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik sejak 28 November 2020.

Disampaikan Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat, pembukaan pendakian gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu diputuskan dalam rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, dengan tetap merujuk pada rekomendasi yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Untuk sementara kuota pendaki dibatasi hanya sebanyak 180 orang per hari atau 30 persen dari daya tampung harian yang mencapai 600 orang,” kata Sarif, seperti dikutip Tempo.co, Selasa (30/3/2021) malam.

Menurut Sarif, ada sejumlah syarat yang harus dipatuhi oleh para calon pendaki. Pertama, para pendaki wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada masa adaptasi kebiasaan baru, yakni memakai masker, membawa cairan pembersih tangan, menjaga jarak, serta wajib membawa surat keterangan sehat yang masih berlaku, minimal surat keterangan sehat bebas ISPA (infeksi saluran pernapasan atas).

Selanjutnya, calon pendaki wajib membawa bukti transfer, bukti cetak pendaftaran, surat pernyataan, daftar perlengkapan dan perbekalan serta fotokopi identitas resmi yang masih berlaku, bisa berupa fotokopi KTP, Kartu Pelajar/Mahasiswa, SIM atau Paspor.

Sementara untuk pendaftaran calon pendaki bisa dilakukan secara online melalui laman bookingsemeru.bromotenggersemeru.org. Setelah mendaftar, para calon pendaki harus membayar tarif Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).

Tarif Masih Sama

Setiap calon pendaki harus membayar sejumlah tarif untuk dapat mendaki Gunung Semeru. Besaran tarifnya masih sama seperti sebelumnya, yang dibedakan untuk pendakian di hari kerja dan akhir pekan, serta untuk pendaki lokal dan asing.

Untuk pendaki lokal atau WNI, besaran tarif yang dikenakan yakni Rp19.000 perorang perhari di hari kerja dan Rp24.000 untuk akhir pekan. Besaran tarif ini sudah mencakup karcis masuk kawasan konservasi, tarif kegiatan di dalam kawasan, serta asuransi.

Sementara untuk pendaki asing atau WNA, dikenakan tarif masuk di hari kerja Rp210.000 per orang per hari dan Rp310.000 per orang per hari untuk akhir pekan. Biaya itu mencakup karcis masuk, tarif berkegiatan di dalam kawasan, dan asuransi.

Terkait izin mendaki untuk WNA, Sarif mengatakan pihaknya tetap menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah tentang izin masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Prinsipnya, pendaki WNA sudah boleh masuk karena mereka terseleksi di bandara atau pintu masuk RI. Kita sebenarnya menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah saja terkait masuknya wisman,” kata Sarif.

Aturan lain yang diberlakukan yakni, usia pengunjung yang boleh melakukan pendakian dibatasi antara 10-60 tahun. Pembatasan usia ini diberlakukan demi alasan kesehatan.

Selain berkaitan dengan alasan imunitas tubuh, pendaki berusia lebih dari 60 tahun dikategorikan sebagai pendaki berisiko tinggi dalam hal ketahanan fisik dan mental.

Sementara untuk durasi pendakian Gunung Semeru mulai 1 April 2021 besok berlaku untuk tiga hari dua malam, dengan pembatasan rute pendakian hanya sampai Pos Kalimati.

www.tempo.co