Beranda Daerah Sragen 2 Guru Meninggal Terpapar Covid-19, SMAN 1 Gondang Sragen Langsung Ditutup Total...

2 Guru Meninggal Terpapar Covid-19, SMAN 1 Gondang Sragen Langsung Ditutup Total 14 Hari. Semua Ruangan Disemprot Desinfektan, Siswa Tetap Belajar Daring

SMAN 1 Gondang Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng langsung bertindak cepat dengan menutup SMAN 1 Gondang Sragen.

Langkah itu dilakukan menyusul meninggalnya dua guru SMA tersebut yang dinyatakan positif terpapar covid-19 beberapa hari lalu.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Jateng, Suratno mengatakan atas kasus kematian 2 guru itu, pihaknya langsung bertindak dengan memanggil Kepala SMAN 1 Gondang Sragen.

Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan dan Puskesmas setempat untuk melakukan tindaklanjut.

“Sekolah sementara ditutup selama 14 hari ke depan. Kemudian semua ruangan dan lingkungan sekolah juga sudah disemprot desinfektan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (16/4/2021).

Baca Juga :  ​Bulog Surakarta Akan Salurkan 4.436 Ton Beras Bantuan Pangan untuk 147 Ribu KPM di Sragen

Suratno menguraikan pihaknya sudah menginstruksikan semua kegiatan pelayanan dan belajar mengajar siswa ditiadakan.

Semua kegiatan dihentikan, guru dan karyawan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kecuali petugas keamanan dan petugas kebersihan.

“Pelayanan dan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Karena sebelumnya pembelajaran juga dilakukan secara PJJ,” terangnya.

Pihak sekolah juga sudah berkoordinasi dengan Puskesmas wilayah setempat untuk melakukan tracing kontak erat.

Tracing dilakukan untuk melacak orang yang kontak erat dengan 2 guru yang meninggal positif maupun yang kontak dengan 7 guru serta karyawan yang ikut positif tertular.

Baca Juga :  ​Diduga Tak Kuat Nanjak lalu Mogok, Mobil Grand Max Muatan Nangka Mentah Tertabrak Kereta Api di Kalijambe Sragen

“Hasilnya kami masih menunggu laporan. Yang jelas sudah kami minta ditracing. Kami juga sudah koordinasi dan melaporkan ke provinsi,” tandas Suratno. Wardoyo

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.