JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Studi Banding Kota Layak Anak di Solo, DPRD Jateng Kunjungi SD Marsudirini

Jajaran anggota DPRD Jateng beserta segenap guru SD Marsudirini Surakarta berfoto bersama di halaman sekolah setempat / Dok SD Marsudirini Surakarta

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – SD Marsudirini Surakarta mendapat kunjungan tamu istimewa, yakni jajaran anggota DPRD Provisi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (6/4/2021) kemarin.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja anggota DPRD Jateng dalam mencari data dan masukan sebagai bahan pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perubahan atas Perda No. 7/2013 terkait penyelenggaraan perlindungan anak.

Selain ke SD Marsudirini, kunjungan tersebut dilakukan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakar, Kota Surakarta, Senin (5/4/2021) dan Selasa (6/4/2021).

Kunjungan tersebut diikuti oleh Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus, Sekretariat DPRD Jateng, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial dan Biro Hukum Setda serta tim ahli DPRD Jateng.

“Dalam pandangan wakil rakyat di DPRD Jateng, implementasi kota layak anak, sekaligus sekolah layak anak sudah berhasil memenuhi komponen yang dipersyaratkan,” ujar Ketua Komite Yayasan Marsudirini Surakarta, Ajati Udi UJD SH, MHum, seperti dikutip dalam rilinsnya ke Joglosemarnews.

Selain telah melakukan deklarasi sekolah layak anak, jelas Ajati, SD Marsudirini juga telah menerapkan kedisiplinan yang tinggi dan pendidikan berkarakter pada anak didik.

Baca Juga :  Rangkaian Dies Natalis ke-41,  Unisri Gelar Sertifikasi Kompetensi Pendamping Kewirausahaan

Partisipasi anak mendapat perhatian besar dari pihak sekolah, melalui kreativitas dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun intrakurikuler.

“Tentu saja ini ditunjang dengan keberadaan tenaga pendidik yg profesional dan mengutamakan ajaran cinta kasih,” ujarnya.

Ajati mengatakan, untuk mendukung program pemerintah terhadap pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak, orang tua dan guru memiliki peran yang strategis.

“Orang tua dan guru perlu menciptakan atmosfir yang nyaman bagi anak untuk mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak dengan didasari cinta kasih,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengajian Akbar Digelar SDIT Nur Hidayah Surakarta Sambut Ramadan 1442 H

Sementara itu, Kepala SD Marsudirini Solo, Fransisca Srilani, SPd menjelaskan bahwa kunjungan tersebut sifatnya mendadak.

Meski begitu, jelas Sisca sapaan akrabnya, pihak sekolah senantiasa siap menerima tamu dalam rangka kunjungan kerja ataupun kegiatan lain yang terkait dengan pembelajaran.

“Kami ucapkan terima kasih pada bu Ajati. Kami merasa terhormat mendapat kunjungan ini. Justru kami mendapat banyak masukan yang bersifat membangun demi kenyamanan dan keselamatan warga sekolah, utamanya anak-anak,” ujar Sisca.

Sisca mengatakan pihak sekolah  akan terus berbenah diri agar status Sekolah Ramah Anak (SRA) yang sudah dideklarasikan tidak hanya berhenti sebatas slogan.

“Tapi benar-benar kami wujudnyatakan dalam praktik kehidupan sekolah sehari-harinya. Kami berharap, apa yang kami lakukan meskipun hanya sedikit, bisa memberikan kontribusi bagi Pemerintah Kota Surakarta dalam rangka mewujudkan Kota Layak Anak(KLA),” tutupnya. suhamdani