JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

6 Hari TKI Asal Jumantono  Tewas di Laut Kepulauan Riau, Namun Belum Ada Kabar Kapan Dipulangkan. Keluarga dan Warga Sukosari Resah

Sejak ditemukan meninggal pekan kemarin, rumah TKI asal Karanganyar selalu didatangi para pelayat / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Warga Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Jateng, resah menyusul belum adanya kepastian kepulangan kerabatnya, yakni  almarhum Supriyono (40) TKI yang tewas di perairan laut Kepulauan Riau, pekan lalu.

Pasalnya,  jenazah sudah 6 hari berada di Kepulauan Riau dan belum juga ada kabar kepastian kapan dipulangkan.  Sedangkan keluarga dan warga setempat sudah menunggu mempersiapkan pemakaman.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sukosari,  Imam Hidayat menuturkan, sudah hampir empat hari rumah keluarga didatangi warga dan kerabat untuk bertakziah.

Takziah terjadi siang malam tanpa henti guna menanti kedatangan jenazah.

“Warga, keluarga serta pemerintah desa Sukosari ya menanti kepastian kepulangan namun hingga Kamis (1/4/2021) belum juga ada kabar kepastian akan diberangkatkan kapan, jam berapa,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (1/4/2021).

Baca Juga :  Jelang Ujian Sekolah, Bupati Karanganyar Perintahkan Semua SD Buka Tatap Muka Khusus Kelas VI. Tapi Yang Nggak Mau Tak Boleh Dipaksa!

Imam Hidayat menuturkan untuk kepengurusan jenazah memang diserahkan pada keluarga korban yang kebetulan merantau di Medan, Sumut. Adapun hasil konfirmasi terakhir kepulangan masih terganjal administrasi sehingga belum tahu kapan mau dipulangkan.

Meski begitu,  Pemdes Sukosari pro aktif jemput bola meng-update perkembangan terkini.

“Hingga Kamis pagi masih belum ada kepastian keberangkatan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinsdagnakerkoptg dan UMKM Kabupaten Karanganyar Martadi mengatakan hingga Kamis (1/4/3021) pagi dipastikan almarhum tidak berangkat melalui Karanganyar, sehingga kuat diduga almarhum berangkat ke Malaysia m lalui jalur kabupaten lain atau jalur ilegal.

“Kami tidak bisa menyimpulkan apakah almarhum legal atau ilegal yang pasti almarhum tidak tercatat pada dokumen resmi TKI yang melalui Karanganyar,” ungkapnya.

Walau begitu Martadi menegaskan, pihaknya tetap membantu asistensi kordinasi agar jenazah segera dipulangkan.

Baca Juga :  Masjid-Masjid Mayoritas Penuh Jemaah, Bupati Karanganyar Sebut Paling Hanya Bertahan Sampai Pertengahan Ramadhan. Minta Bacaan Surat Diminta yang Pendek-Pendek Saja

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  informasi Supriyono (40) seorang TKI Malaysia asal Dusun Bakaran RT 01/06 Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar, Jateng ditemukan meninggal dunia terapung perairan laut Kepulauan Riau, Jumat (26/3/2021).

Belum diketahui penyebab meninggal dunia apakah karena sakit, kecelakaan laut atau penyebab lainnya. Beredar spekulasi diduga almarhum berangkat melalui jalur ilegal.

Indikasi itu terungkap dari data resmi Disdagnakerkop Karanganyar tidak ada data korban.

Selain itu jalur yang dilewati tersebut dikenal jalur laut gelap para TKI ilegal yakni para agen TKI ilegal menggunakan Speedboat. Dan diduga Speedboat yang dinaiki overload mestinya kapasitas 6 orang namun dinaiiki 9 orang sehingga dikabarkan terjadi kecelakaan laut. Beni Indra