JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Begini Evaluasi Satgas COVID-19 Wonogiri Sekaligus Kesiapsiagaan Menghadapi Idul Fitri 1442 Hijriah, Salat Id di Lapangan Harus Seizin Satgas

Rapat evaluasi COVID-19 di Wonogiri. Dok. Kodim 0728

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terkait penanganan COVID-19 selama ini dan dalam menghadapi Idul Fitri, Satgas COVID-19 Wonogiri menggelar evaluasi di Ruang Giri Manik komplek Setda, Selasa (20/4/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Wakil Bupati Setyo Sukarno, Kasdim 0728/Wonogiri Mayor Inf Nurul Muthahar, Wakapolres Wonogiri Kompol Adi, Sekda Haryono dan sejumlah kepala OPD .

Sekda menyampaikan, untuk pelaksanaan PPKM Mikro sudah masuk ke jilid enam dan diperpanjang sampai tanggal 5 Mei. Perbedaan dari PPKM sebelumnya yakni pelarangan mudik dan hal inilah yang nanti akan ditindaklanjuti.

Kepala Kantor Kemenag Wonogiri Cahyo mengatakan, sesuai dengan edaran dari Kementrian Agama bahwa pelaksanaan salat Tarawih harus sesuai dengan prokes. Sedangkan pelaksanaan salat Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid dan tidak dianjurkan di lapangan. Namun apabila akan melaksanakan di lapangan harus mendapat ijin dari Satgas COVID-19 di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Ada 212 di Rutan Kelas IIB Wonogiri, Ternyata oh Ternyata Ada Kaitannya dengan Remisi Idul Fitri

Sementara Bupati menuturkan pandemi yang sudah terjadi selama 1 tahun 40 hari sampai dengan sekarang ternyata belum menjadikan media pembelajaran bagi kita semua. Hal tersebut diketahui dengan masih banyaknya kasus terkonfirmasi positif. Padahal para ahli sudah cukup jelas, untuk mencegah penyebaran ada beberapa hal diantaranya menghindari kerumunan dan menjaga jarak.

Baca Juga :  Ini Cara Menyeberangkan Motor Melewati Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Melalui Baturetno-Eromoko, Cukup 15 Menit Sambil Lihat Panorama Menawan WGM

Terkait pelarangan mudik dari tanggal 6-17 Mei, warga pasti akan melaksanaan mudik sebelum tanggal tersebut. Untuk itu Bupati menyampaikan para ketua RT/RW mempunyai tanggungjawab khusus. Nantinya akan dikoordinasikan dengan camat serta kades agar mengingatkan kembali upaya-upaya antisipasi penyebaran COVID-19.

“Tidak usah kita ributkan mudik boleh atau tidak, yang terpenting kita melaksanakan langkah kontruktif dengan mempersiapkan tenaga kesehatan kita, ketua RT/RW, infrastruktur pendukung untuk kita melaksanakan tracking dan tracing, agar nanti dinamika momentum mudik secara infrastruktur antisipasi dan penanganan kita lebih siap,” ujar Bupati. Aris