JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Camilan Buat Teman Ngopi Usai Berbuka atau Hidangan Lebaran Anti Mainstream, Coba Saja Keripik Pelepah Pisang

Keripik pelepah pisang produksi Sari Noviatsih. Foto : Dok. Mamuma

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anda bosan dengan camilan atau snack Lebaran yang itu-itu saja?. Atau bingung mencari teman ngopi atau ngeteh usai berbuka. Sepertinya camilan yang satu ini patut dicoba, yakni keripik pelepah pisang.

Kuliner unik ini merupakan hasil kreasi dari Sari Noviatsih, warga Dusun Batu Tengah RT 1 RW 10 Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Ya, sosok satu ini merupakan owner dari Mamuma Group.

Bahan baku keripik satu ini, adalah pelepah atau tangkai daun pisang. Sebagaimana diketahui biasanya pelepah pisang hanya teronggok di tumpukan sampah, atau paling banter buat mainan bocah.

Baca Juga :  Antisipasi Tragedi Pelancong Tenggelam Pengelola Perahu Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Terapkan Hal Berikut ini, Kepolisian Sampai Turun Tangan

Keripik pelepah pisang ini terasa gurih di lidah, bertekstur serat mudah patah. Digigitpun, langsung renyah kremes.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (15/4/2021), Novi menyebutkan, proses pengolahan dari bahan mentah ke bahan jadi keripik sangat ribet. Pasalnya harus bergelut dengan getah yang bikin tangan gatal. Sempat beberapa kali gagal menyerah, namun akhirnya berhasil juga.

“Proses dari bahan mentah pelepah ke bahan setengah jadi sebelum dibuat keripik membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Perlu waktu agar getahnya benar-benar hilang,” ujar dia.

Bahan tambahan keripik pelepah pisang adalah tepung terigu. Tujuannya membantu supaya kremes dan tidak mudah lembek. Setelah dicampur bumbu tanpa penyedap atau micin, lantas tinggal menggorengnya.

Baca Juga :  Mau Gelar Resepsi Usai Lebaran di Wonogiri? Seperti ini Tatacara dan Aturannya Lur

“Kalau mau disimpan, wadahnya harus selalu tertutup rapat agar tidak mudah melempem,” jelas dia.

Baru beberapa tahun lalu dia membuat keripik pelepah pisang. Mengenai pemasaran, paling banyak secara online. Tapi ada juga saat menjelang Lebaran, konsumen datang ke workshop yang menjadi satu dengan kediamannya.

“Sebelumnya saya juga membuat dendeng jantung pisang, keripik kulit kentang dan singkong, mie keremes pepaya, dan makanan unik lain. Usaha saya sudah mengantongi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga),” tutur Novi.

Jadi, anda mau coba?. Aris