JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Baru Video Viral Mandi Bareng 9 Cowok dan 2 Cewek di Atas Truk Berjalan, Kades Banaran Sragen Beri Penjelasan. Akui yang Nyopir Anaknya, Nggak Tahu Kalau Sampai Jalur Kota

Tangkapan layar aksi mandi bareng di atas truk yang viral di media sosial Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus video viral aksi mandi bareng di atas truk yang melibatkan 9 Cowok dan 2 Cewek remaja asal Banaran, Sambungmacan, Sragen menguak fakta baru.

Kades Banaran, Susilo membenarkan bahwa aksi itu dilakukan oleh remaja asal desanya. Ia menyampaikan jika sebenarnya aksi mandi di atas truk itu sudah tradisi setiap tahun yang dilakukan menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Namun, ia tak menyangka jika padusan di atas truk itu dilakukan sampai ke jalur kota. Biasanya hanya dilakukan keliling di jalan desa.

“Itu sebenarnya sudah tiap tahun. Jadi anak-anak itu habis bersih-bersih masjid, lalu truknya dikasih terpal dan padusan di atas truk keliling desa sambil sesorah (sosialisasi) bahwa ramadhan segera tiba. Nggak tahu kalau kemarin itu kok malah sampai jalur kota,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (19/4/2021).

Susilo juga tak menampik bahwa truk itu dikemudikan oleh putrinya. Namun ia memastikan truk itu lengkap dan putrinya juga memiliki SIM lengkap.

Ia juga sudah menyelesaikan persoalan itu dengan mendampingi para remaja itu membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya di depan aparat kepolisian.

“Sudah kami selesaikan dan sudah nggak ada masalah Mas,” tuturnya.

Ia juga meminta maaf atas kejadian itu dan diluar sepengetahuannya. Sebelumnya aksi nyleneh sekelompok remaja asal Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen itu membuat geger media sosial.

Mereka nekat melakukan aksi ekstrim dengan mandi rame-rame di atas bak truk yang sedang berjalan.

Celakanya, aksi nyleneh itu direkam oleh pengendara motor yang kebetulan melintas dan ngebet bikin konten viral di media sosial. Setelah direkam, ternyata video aksi padusan dan ciblon on the truck itu pun langsung viral.

Baca Juga :  Hasil Swab Terbaru Kapolda Jateng Keluar Saat Kunjungan di Sragen Pagi Ini. Nih Simak Hasilnya!

Tak ayal, polisi pun langsung bergerak cepat memburu para pelaku ciblon di atas truk itu. Tak butuh waktu lama, Sabtu (17/4/2021) sore, polisi berhasil melacak identitas armada truk dan kemudian menciduk rombongan remaja aktor videonya.

Ada sembilan remaja laki-laki yang dipanggil dan sempat diamankan untuk diklarifikasi tim Satlantas Polres Sragen. Selain itu, polisi juga memanggil dua cewek ABG yang bertindak sebagai sopir dan kenek truk untuk ciblon itu.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti melalui Kanit Patroli, Ipda Joni Kurniawan membenarkan pihaknya telah menindaklanjuti kasus video ciblon di atas truk itu.

Sebanyak 9 remaja laki-laki dan 2 perempuan langsung dipanggil dan diklarifikasi di Satlantas Polres Sragen. Mereka terdeteksi berasal dari Desa Banaran, Sambungmacan.

Dari usianya, mayoritas masih remaja dengan rentang usia antara 15-20 tahun. Di hadapan polisi, mereka beralibi bahwa aksi mandi di bak truk yang diberi terpal dan diisi air itu sudah dilakukan rutin setiap tahun menjelang bulan Ramadhan.

“Memang airnya di bak truk itu nggak begitu penuh. Tapi kelihatan dari luar kalau mereka ciblon karena airnya terlihat mencuat ke atas. Mereka masih usia remaja semua antara 15 sampai 20 tahun,” papar Ipda Joni kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (18/4/2021).

Aksi mandi bareng di atas truk itu dilakukan dari Sambungmacan ke Sragen Kota. Namun dari video yang diunggah, aksi mereka terekam saat melintas dari arah timur Makam SI Sragen Kota menuju ke barat lalu balik lagi ke timur.

“Kemarin sudah kita panggil dan kita klarifikasi. Mereka seluruhnya anak muda dari Kampung Banaran Sambungmacan. Alasannya hanya iseng dan itu tradisi tahunan menyambut awal ramadhan dan tahun ini mereka laksanakan lagi dan termonitor di media sosial,” urai Ipda Joni.

Baca Juga :  Jenazah Ustadz Positif Covid-19 Nekat Dimakamkan Sendiri, Istri dan Anaknya Akhirnya Malah Ikut Tertular Positif. Minta Diisolasi di Rumah Saja, Santri-Santri Kontak Erat Bakal Diswab!

Alasan Penindakan

Ipda Joni menguraikan kepada para remaja itu, pihaknya memberikan pembinaan bahwa apa yang dilakukan itu melanggar peraturan.

Selain kendaraan truk tidak diperuntukkan mengangkut orang, aksi mereka mandi di atas truk yang berjalan juga membahayakan keselamatan mereka dan pengguna jalan lainnya.

Selanjutnya, mereka diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagu dan diketahui Kades setempat.

“Meskipun mereka beralibi itu hanya iseng dan tradisi tahunan, kami tekankan bahwa dari Satlantas Polres Sragen melihat bahwa tindakan itu (mandi di truk) itu menyalahi aturan peruntukkan dan membahayakan,” tandasnya.

Kaur Mintu Polres Sragen, Ipda Supriyanto menambahkan aksi geng itu terlacak setelah video mereka viral di media sosial Sabtu (17/4/2021).

Dari video itu, kemudian tim bergerak melacak identitas armada hingga kemudian mendeteksi semua remaja yang mandi di atas truk.

Dari hasil klarifikasi, video itu direkam oleh orang lain atau bukan rombongan mereka. Si perekam adalah pengendara motor yang melintas dan sempat bilang akan memviralkan aksi para remaja itu.

“Untuk perekam dan pengunggah video sudah kami tembusi ke akunnya agar segera menghapus atau men-take down video itu. Karena itu tidak pantas diunggah ke publik apalagi tidak mencerminkan budaya warga Sragen tertib berlalulintas. Mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran bagi mereka dan masyarakat secara umum agar tidak mengulangi atau melakukan hal yang sama,” tandasnya. Wardoyo