JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Optimis Ekonomi Membaik di 2021, Pemerintah Genjot Realisasi Program PEN dan Percepat Vaksinasi Gotong Royong

Menko Airlangga Hartarto / Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I tahun 2021 masih belum menunjukkan tren positif, namun pemerintah optimis proyeksi para Triwuan berikutnya tren tersebut akan membaik.

Optimisme tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dia menjelaskan, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I tahun 2021 masih berada di kisaran -0,5% sampai -0,3%.

Namun pada proyeksi Triwulan II – 2021 proyeksi pertumbuhan ekonomi diperkirakan dapat naik pada kisaran 6,9% sampai 7,8%.

Sehingga, sepanjang tahun 2021 pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih bisa berada di kisaran 4,5% hingga 5,3%.

“Terdapat berbagai potensi penguatan, juga risiko pelemahan pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Airlangga, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews, Senin (3/5/2021).

Untuk itulah, menurut Airlangga, pemerintah akan berupaya mendorong ekonomi sektoral dan spasial melalui penguatan Local Value Chain (LVC) yang berorientasi pada beberapa sektor/komoditi strategis yang utama.

Beberapa komoditi yang akan mendapatkan fokus perhatian oleh pemerintah, ujar Airlangga, antara lain kelapa sawit, karet, industri kimia, industri alumunium, industri elektronik, dan industri alas kaki.

 Realisasi Program PEN

Untuk mewujudkan prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut, ujar Airlangga, diperlukan dorongan yang cukup kuat, salah satunya melalui pelaksanaan Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang diharapkan akan mampu mendorong peningkatan di semua sektor.

Karena itu, realisasi program PEN tersebut menjadi sangat penting untuk menggerakkan ekonomi di masa pandemi.

Baca Juga :  Penerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Jokowi Ini Akankah Dipecat dari KPK Karena Tak Lolos TWK?

Realisasi Program PEN 2021 (hingga 30 April 2021) mencapai Rp 155,63 triliun atau 22,3% dari pagu sebesar Rp 699,43 triliun. Sedangkan rincian realisasi program PEN per kelompok program adalah sebagai berikut:

  • Program Kesehatan sebesar Rp 21,15 triliun (12,1% dari pagu Rp 175,52 triliun)
  • Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebesar Rp 49,07 triliun (32,7% dari pagu Rp 150,88 triliun)
  • Program Prioritas sebesar Rp18,98 triliun (15,3% dari Pagu Rp 125,17 triliun)
  • Program Dukungan UMKM & Korporasi Rp 40,23 triliun (20,8% dari Pagu Rp 191,13 triliun)
  • Program Insentif Usaha Rp26,20 triliun (46,2% dari pagu Rp 56,72 triliun).

Airlangga menjelaskan, realisasi Program Perlinsos yang sudah mencapai Rp 49,07 triliun, atau 32,7% dari pagu tersebut antara lain meliputi:

  • Program PKH sebesar Rp 13,72 triliun (47,8%)
  • Kartu Sembako sebesar Rp 11,91 triliun (26,4%)
  • BST sebesar Rp 11,11 triliun (92,6%)
  • BLT Desa sebesar Rp 1,78 triliun (12,4%).

 

Untuk mempercepat penyaluran BLT Desa, Airlangga menjelaskan, telah disiapkan surat dari Kemenkeu bersama dengan Kemendagri dan Kemendes. Karena itu, kepada para Kepala Daerah diminta untuk mendorong percepatan penyaluran BLT Desa.

Percepatan Vaksinasi

Sementara itu, untuk mendorong percepatan vaksinasi guna mencapai herd-immunity, selain program vaksinasi yang sudah berjalan, Pemerintah mendorong percepatan Vaksin Gotong Royong.

Prioritas vaksinasi, menurut Airlangga dilakukan berdasarkan Risiko Wilayah (Zonasi Risiko), di mana prioritas vaksinasi diberikan kepada penerima di wilayah dengan Zona Merah (sesuai data Kemenkes), dengan historis distribusi vaksin program untuk Area Jawa-Bali= 70% & area luar Jawa-Bali= 30%.

Baca Juga :  Hingga Mendekati Lebaran, Kasus Covid-19 Bertambah 5.021, Korban Meninggal Capai 247 Orang

Selain itu, lanjut Airlangga, prioritas vaksinasi Gotong Royong juga diberikan untuk sektor/jenis perusahaan tertentu, yakni yang memiliki risiko penularan tinggi.

Selanjutnya sektor utama penunjang pertumbuhan ekonomi, sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat, dan juga sektor yang cara kerjanya padat karya serta kontak dengan banyak orang.

Airlangga menjelaskan, Emergency Use Authorization (UEA) untuk Vaksin Gotong Royong telah diterbitkan oleh UEA pada 28 April 2021 dan oleh BPOM per 29 April 2021. Sementara itu, untuk aspek kehalalan sedang dilakukan proses pembahasan di MUI.

Sementara itu terkait dengan program vaksinasi yang telah berlangsung, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pada 30 April 2021, Indonesia sudah menembus 20 juta suntikan.

Jadi, jelas Menkes, sejak dimulai pada Januari 2021, agar bisa menembus 10 juta suntikan perlu waktu dua bulan.

“Sekarang satu bulan saja, dengan segala keterbatasan tetap bisa menembus 10 juta suntikan atau sekitar 12,5 juta rakyat Indonesia sudah diberikan vaksin pertama,” ujar Menkes.

Menkes berharap, ke depan vaksinasi akan bisa lebih dipercepat lagi. Karena itu, pihaknya juga sudah mengubah proses vaksinasi dari 4 meja ke 2 meja, dengan waktu tunggu hanya 15 menit, atas arahan dari Presiden. Suhamdani