JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pemkot Yogyakarta Terjunkan Ratusan Personel dalam 3 Shift untuk Pengawasan Mudik

Ilustrasi pemudik motor. Foto/Republika.co.id

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menerjunkan ratusan personel dari Satpol PP untuk memperketat penjagaan selama masa larangan mudik lebaran 2021.

Mereka ditugaskan melakukan patroli dan penyekatan pemudik dari luar kota.

“Kegiatan ini melibatkan 454 personel yang dibagi menjadi tiga shift,” ujar Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto belum lama ini.

Agus menyebut, pihaknya telah membentuk pos sekat larangan mudik. Ada dua pos sekat utama yakni di Kecamatan Wirobrajan dan di kawasan Jalan Gejayan.

“Tak sampai disitu, pos PAM juga akan disiagakan. Terdapat empat titik pos PAM yaitu pos PAM Gedongkuning, Simpang Tugu, Simpang Teteg dan pos PAM pos besar,” ujar Agus.

Baca Juga :  Ini Upaya Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul Hadapi Pemudik Nekat dan Berhasil Lolos Penyekatan

Agus menuturkan, petugas ini nantinya juga akan melakukan patroli secara acak di destinasi-destinasi wisata dan tempat parkir. Patroli dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap kelengkapan dokumen yang harus dibawa oleh wisatawan, terutama yang berasal dari luar provinsi DIY.

“Jadi wisatawan yang datang akan kita cek dokumen kesehatan dan surat perjalanannya,” jelas Agus.

Walaupun begitu, Pemkot Yogyakarta sendiri tidak memperbolehkan pemudik yang curi start atau datang sebelum berlakunya masa larangan mudik untuk mengunjungi destinasi wisata. Sebab, hanya warga DIY yang diperbolehkan masuk ke destinasi wisata selama libur lebaran.

Baca Juga :  Okupansi Hanya 0,9 Persen di Libur Lebaran, PHRI DIY Berharap ASN dan Pejabat Reservasi di Hotel

Pemkot Yogyakarta juga mewajibkan karantina atau isolasi bagi pemudik yang curi start tersebut. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan mudik.

“Kalau kondisinya sehat diminta isolasi selama lima hari. Jika tidak sehat dan terindikasi Covid-19, harus isolasi dua pekan dan bila bergejala harus dibawa ke rumah sakit,” kata Heroe.

www.republika.co.id