JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Tega Lihat Kondisi Korban, Ketua DPRD Sragen Langsung Inisiatif Kumpulkan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Mbah Guwo yang Dibakar Anaknya Pagi Tadi. Trenyuh Kondisi Ekonomi Tidak Mampu

Ketua DPRD Sragen, Suparno (kaos putih) saat meninjau lokasi kejadian kebakaran rumah warga Teguhan siang tadi. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebakaran hebat yang meluluhlantakkan rumah Mbah Giyono alias Mbah Guwo (83), Sabtu (15/5/2021) pagi menuai banyak empati.

Kondisi korban yang sudah tua dan ekonomi tidak mampu, membuat warga berhamburan turun tangan membantu pemadaman saat kebakaran terjadi.

Rumah Kakek malang itu dilalap api usai sengaja dibakar oleh anaknya sendiri, Mulyanto (44), Sabtu (15/5/2021).

Bahkan lantaran trenyuh melihat kondisi korban, Ketua DPRD Sragen, Suparno langsung terjun ke lokasi dan kemudian berinisiatif menggelar rapat bersama warga dan tokoh setempat membahas perbaikan rumah korban.

“Iya, tadi kami ke lokasi kejadian karena kebetulan lokasi rumah korban tidak jauh, hanya di gang depan. Tadi saya langsung inisiatif bersama Ketua RT mengumpulkan warga. Intinya membahas untuk gotong royong membangun kembali rumah korban. Kasihan, karena kondisinya sudah tua dan ekonominya tergolong kurang mampu,” papar Suparno, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (15/5/2021).

Menurut rencana, perbaikan rumah Mbah Guwo akan dimulai besok pagi. Dana perbaikan nantinya akan digalang dari keikhlasan warga yang ingin membantu.

Baca Juga :  Awas, Klaster Baru Covid-19 Mulai Masuk ke Sragen. Diduga dari Kudus, Ada 14 Warga Positif, Menyebar Lewat Klaster Jagongan Hajatan

Suparno yang juga kader PDIP itu menyampaikan perbaikan memang mendesak dilakukan karena kondisi korban memang benar-benar tidak mampu.

Data yang dihimpun sementara, peristiwa tragis itu terjadi sekira pukul 10.45 WIB. Kejadian bermula ketika pelaku yang diketahui mengalami gangguan jiwa mendadak mengamuk.

Sejurus kemudian, ia langsung mengambil korek api dan membakar rumah yang bertahun-tahun menjadi tempat tinggalnya bersama orangtua.

“Kejadian sekitar pukul 10.45 WIB. Yang membakar anaknya sendiri Mas Mul, yang selama ini mengalami gangguan jiwa. Tidak tahu awalnya, warga tahunya rumah sudah terbakar dan dia (Mul) bawa korek api,” papar Ketua DPRD Sragen, Suparno yang juga tetangga dekat korban.

Ketua DPRD Sragen, Suparno. Foto/Wardoyo

Kader PDIP Sragen itu menguraikan Mul ditengarai sengaja membakar rumah orangtuanya lantaran mengalami tekanan jiwa.

Mendapati kejadian itu, ia bersama warga langsung datang membantu melakukan evakuasi dan pemadaman swadaya.

Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran, Inafis Polres, BPBD dan lainnya tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Baca Juga :  Makin Ganas, Covid-19 Klaster Kudus di Sragen Meluas. Ditemukan Lagi Satu Keluarga Terjangkit, Total Ada di 2 Desa, 18 Orang Positif Satu Meninggal Dunia

Beruntung berkat kesigapan warga dan bantuan pemadam, api bisa dijinakkan sebelum rumah ludes terbakar.

“Kondisi korban tergolong keluarga tidak mampu,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Sragen Kota AKP Mashadi membenarkan kejadian itu. Dari hasil pengecekan di lokasi kejadian, kebakaran memang diakibatkan ulah anak korban, Mulyanto yang mengamuk dan nekat membakar rumah orangtuanya.

Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Semua anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri saat insiden terjadi.

“Kronologinya, anak korban yang mengalami gangguan jiwa kambuh lalu mengamuk dan membakar rumah. Tapi api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” terangnya.

AKP Mashadi menambahkan dari riwayatnya, pelaku memang memiliki gangguan jiwa sudah hampir 10 tahun. Hal itu juga diperkuat dengan surat pemeriksaan dari rumah sakit jiwa (RSJ) Solo.

Selama ini pelaku juga sudah sering menjalani perawatan di RSJ. Acap kali kambuh, pelaku kadang melampiaskan dengan cara mengamuk.

“Kemungkinan kambuh karena mengalami depresi berat,” tukasnya. Wardoyo

[sharethis-reaction-buttons]