JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Banyak Peminat, Ternyata Mobilitas Pengguna KRL Yogyakarta-Solo Selama Lebaran Turun 5,8 Persen

Penampakan KRL Jogja-Solo di stasiun Yogyakarta / tribunnews
PPDB
PPDB
PPDB

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meskipun banyak memiliki peminat, namun PT KAI Commuter mencatatkan mobilitas Kereta Rel Listrik (KRL) rute Yogyakarta-Solo menurun saat lebaran 2021 lalu. Hal itu merupakan dampak dari penerapan kebijakan pemerintah terkait larangan mudik.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyampaikan, jumlah pengguna KRL Yogyakarta-Solo sebanyak 48.572 orang sepanjang 12 hari pemberlakuan larangan mudik daei pemerintah yaitu 6-17 Mei 2021. Jumlah tersebut turun 5,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya, yakni 51.589 orang.

“Sela larangan mudik lalu, KRL tetap beroperasi 20 perjalanan setiap harinya. Dan kita mencatatkan adanya penurunan penumpang tersebut karena larangan mudik. Padahal di sisi lain kita mencatatkan banyaknya peminat KRL sejak pertama kali dioperasikan,” urainya, Senin (31/5/2021).

Sementara itu, Solo Balapan masih menjadi stasiun yang paling ramai dibandingkan dengan stasiun lainnya di Solo. Selama masa larangan mudik, Stasiun Solo Balapan melayani 14.855 pengguna KRL. Sedangkan di Stasiun Purwosari sebanyak 5.259 pengguna KRL.

Di sisi lain, peminat KRL rute Solo-Yogyakarta terus meningkat seiring dengan mulai menggeliatnya aktivitas masyarakat pascapandemi COVID-19.

“Banyaknya peminat KRL ini bisa dilihat dari penjualan kartu multi trip (KMT) selama Lebaran untuk rute tersebut hampir mencapai 8.000 lembar. Ini artinya masyarakat antusias melakukan perjalanan dengan menggunakan KRL,” terangnya.

Bahkan, lanjut Anne, karena tingginya permintaan tersebut, rangkaian KRL yang awalnya hanya terdiri dari stamformasi (SF) empat kereta, untuk saat ini ditambah menjadi delapan/rangkaian.

“Ini karena meningkatnya antusiasme masyarakat tetapi di sisi lain ada pembatasan kapasitas. Selain itu, sejauh ini kan kami hanya dibatasi 20 perjalanan/hari,” tukasnya. Prihatsari