JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Bawaslu Solo Gelar Seleksi Peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif 2021

Logo Bawaslu. Ist
PPDB
PPDB
PPDB

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Solo menggelar seleksi terhadap pendaftar siswa Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP). Hal tersebut dilaksanakan menyusul adanya program SKPP yang dibuka tahun ini di Kota Solo.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Solo, Muh Muttaqin menyebutkan di Jawa Tengah sendiri rencananya akan terdapat enam titik lokasi yang menjadi tuan rumah penyelenggara SKPP. Para peserta SKPP tersebut merupakan para pendaftar yang lolos seleksi.

“Kota Solo tahun ini menjadi 1 dari 6 titik pelaksanaan Pendidikan tingkat dasar peserta SKPP 2021 di Jawa Tengah. Animo masyarakat Kota Solo untuk tahun ini lebih tinggi yakni mencapai 75 orang dibandingkan tahun lalu (2020) yang hanya 30 orang pendaftar SKPP,” terangnya, Selasa (8/6/2021).

Muttaqin menyebutkan pembukaan pendaftaran SKPP telah dilaksanakan sejak 24 hingga 28 Mei lalu. Saat ini Bawaslu Kota Solo melaksanakan seleksi berkas administrasi bagi calon siswa SKPP yang telah mendaftarkan diri melalui web site Bawaslu RI beberapa waktu lalu.

“Secara umum syarat untuk menjadi peserta SKPP adalah berusia antara 20 hingga 30 tahun, bukan penyelengara pemilu/pilkada, dan belum pernah menjadi peserta SKPP pada tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Data dari Bawaslu Kota Solo mencatat dari 75 pendaftar, sebanyak 48 pendaftar dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), sementara 23 pendaftar lainnya dinyatakan Tidak Menuhi Syarat (TMS ).

“Mereka yang tidak memenuhi syarat adalah dikarenakan beberapa sebab, diantaranya karena usia tidak memenuhi syarat , pendidikan tidak memenuhi syarat ijazah minimal, pernah menjadi penyelenggara pemilu,pernah menjadi anggota/pengurus parpol. Selain itu terdapat pula satu orang pendaftar yang double data sehingga kita TMS kan yang satu,” beber Muttaqin.

Muttaqin menjelaskan SKPP mempunyai harapan agar anak didik atau peserta mampu menjadi pengawas pemilu partisipatif dan penggerak masyarakat untuk partisipatif di masing-masing lingkungan. Siswa peserta SKPP diharapkan dapat berkesinambungan dalam pengawasan pemilu/pilkada. Partisipasi ini diharapkan akan terus berlanjut berkesinambungan dari pemilu ke pemilu.

“Kami menargetkan paling tidak nanti para kader SKPP ini bisa meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat, semakin banyak pihak yang ikut mengawasi dan mengetahui tugas pokok pengawasan sehingga pemilu Pilkada akan lebih baik dari tahun ke tahun. SKPP merupakan sarana Pendidikan pemilu bagi masyarakat masyarakat agar melek pemilu /pemilihan atau melek demokrasi, baik formal maupun informal,” tukasnya. Prihatsari