JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Resah Masyarakat, 42 Preman dan Pemalak di Wilayah Sragen Kota Disikat Polisi. Kapolres: Ada yang Meresahkan, Silakan Lapor ke WA Center!

Tim Polres Sragen mengamankan preman yang meresahkan warga di wilayah Sragen Kota, Kamis (17/6/2021). Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 42 preman di wilayah Pasar Kota diamankan Polres Sragen selama lima hari operasi premanisme yang digeber sejak Minggu (13/6/2021).

Puluhan preman itu diamankan dari beberapa lokasi di wilayah kota. Seperti di Pasar Kota dan Pasar Bunder, perempatan lampu merah dan pertokoan.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan 42 preman itu diamankan dari operasi yang digencarkan sejak Ahad lalu.

Sasarannya adalah lokasi pasar, keramaian, tempat usaha yang biasa dijadikan lokasi para preman itu beraksi.

“Sampai hari ini, jumlah preman yg diamankan 42 orang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (17/6/2021).

Menurut Kapolres, puluhan preman itu diamankan saat beraksi di perempatan lampu merah beberapa titik di lampu merah di Sragen Kota.

Kemudian di pasar dan pertokoan di wilayah Sragen.

“Mereka kita amankan, kemudian dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolres menyampaikan pihaknya mengerahkan tim khusus bermaterikan 22 personel untuk menjalankan operasi pemberantasan premanisme.

Operasi sudah dimulai Minggu (13/6/2021) kemarin dan akan digelar seterusnya dengan sasaran segala bentuk aksi premanisme dan pemalakan yang meresahkan masyarakat maupun pengusaha.

Tim khusus itu terdiri dari personel lintas fungsi seperti Sat Sabhara, Sat Binmas untuk pembinaan dan Satreskrim untuk penegakan hukum.

Mereka sudah diterjunkan sejak kemarin untuk melakukan operasi pemberantasan premanisme di wilayah Sragen. Untuk hari pertama, ada 3 oknum pengamen dan pak ogah yang sudah diamankan di Polres Sragen.

Baca Juga :  Sragen Kembali Masuk Level 4, Sudah 764 Warga Meninggal Dunia. Bupati Sebut Masih Banyak Warga Tak Jujur dan Takut Dibawa ke Rumah Sakit!

“Kita sudah bentuk tim khusus. Melibatkan 22 personel yang akan terjun setiap hari. Sampai seterusnya untuk melakukan patroli dan pemberantasan segala tindak premanisme,” jelasnya.

Kapolres menguraikan operasi premanisme ini akan menyasar segala bentuk tindakan yang mengarah pada pemerasan dan premanisme.

Seperti di persimpangan jalan yang mengatur lalu lintas dan meminta uang secara paksa. Nantinya oknum-oknum pak ogah itu akan ditindaklanjuti dan ditertibkan. Mereka justru bisa digandeng untuk pembinaan oleh Satlantas.

“Sudah saya perintahkan Kasatlantas melakukan pembinaan yang nanti bisa dimanfaatkan nanti untuk suka relawan mengatur lalulintas (Supeltas),” ujarnya.

Sasaran lain oknum juru parkir atau juru retribusi di pasar-pasar atau tempat keramaian yang melakukan penarikan di atas ketentuan.

Menurutnya petugas parkir yang memungut tidak sesuai kebijakan retribusi pemerintah daerah adalah sasaran untuk ditertibkan.

Selanjutnya juga di tempat-tempat peristirahatan sopir-sopir truk dan lokasi kawasan industri. Kapolres menyebut ada 6 lokasi industri dan peristirahatan sopir truk yang rawan dan akan dipelototi.

“Di seputar Pasar Nglangon, di area Pungkruk termasuk juga di kawasan industri di daerah Kalijambe, Gemolong, Masaran dan Sambungmacan. Apabila pelaku-pelaku usaha ada kelompok orang yang meresahkan akan kita lakukan tindakan,” tandasnya.

Kapolres menyampaikan apabila menemui atau mengalami pemalakan atau tindakan mengarah premanisme di sekitarnya, bisa melapor ke WA Center Polres yang khusus menangani aduan.

WA dengan nomor 08877-110-110 itu akan langsung direspon dan on 24 jam. Karena WA center itu merupakan sebuah sistem yang terkoneksi langsung ke semua pimpinan di Polres Sragen.

Baca Juga :  100 KK di Desa Kecik Sragen Terima Bantuan Ayam dari Peternakan PT Bayu Berlian Makmur. Warga Senang bisa Untuk Lauk Beberapa Hari

“Jadi bukan masuk di Handphone saya atau Handphone siapa. Ini merupakan sebuah sistem yang mana ketika WA masuk di situ bisa diketahui oleh para pimpinan di Polres Sragen. Dan ada tindakan dari anggota kita juga monitor melalui GPS, jadi saya pastikan 99% ditindak lanjuti,” tandas Kapolres.

Ditambahkan operasi pemberantasan premanisme itu digelar sebagai tindaklanjut instruksi Kapolri dua hari lalu.

Bahwa di situasi pandemi ini, pemerintah pusat ingin selain mencegah penyebaran covid- 19 juga harus bisa menjaga stabilitas ekonomi dan kondusivitas masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan premanisme menganggu pertumbuhan perekonomian di masa pandemi ini. Makanya Polres Sragen berkomitmen penuh untuk memberantas segala bentuk premanisme,” tandasnya. Wardoyo