JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

KAMI Se-Jawa Dukung BEM UI yang Beri Gelar Jokowi “The King of Lips Service”

Mudrick Sangidu / Dok Pribadi

 

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM —Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) se-Jawa mendukung Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dalam menyampaikan kritik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan memberikan julukan “The King of Lip Service” atau raja obarl janji.

Dukungan KAMI se-Jawa untuk BEM UI itu diutarakan dalam pernyataan sikap bersama para pimpinan KAMI di Jawa. Pernyataan sikap ini ditandatangani Ketua Presidium KAMI Jateng, Mudrick MS Sangidu, Syukri Fadholi (Daerah Istimewa Jogjakarta), Djudju Purwantoro AP (DKI Jakarta), Daniel Muhammad Rasyid (Jawa Timur), Syafril Sjofyan (KAMI Jawa Barat), Abuya Shiddiq (Banten), dan Sutoyo Abadi (Sekretaris).

Menurut Presidium KAMI se-Jawa, kritik dari masyarakat termasuk mahasiswa terhadap pemerintah merupakan kehidupan warga dalam berekspresi dan berpendapat yang dijamin konstitusi Indonesia maupun internasional.

Baca Juga :  Hasil Survei, 58 % Masyarakat Sangat Setuju Ferdy Sambo Dipecat. Bagaimana Soal Hukuman Mati?

Kritik masyarakat tersebut seharusnya mendapat dukungan, bukannya dilakukan kriminalisasi, penangkapan seperti yang telah dilakukan kepada para ulama dan aktivis selama ini.

“Kritikan tentang Jokowi dengan sebutan The King of Lip Service adalah keniscayaan atas realitas yang terjadi, maka bagi yang bersangkutan (Jokowi) bukan untuk melawan kritik mahasiswa tetapi memperbaiki diri atas kekeliruan dan kesalahannya,” kata KAMI se-Jawa dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan pada Selasa (29/06/2021).

Presidium KAMI se-Jawa menilai kritikan yang disampaikan oleh BEM UI sangat wajar sehingga tidak pantas jika pihak UI kemudian menekan BEM UI dan meminta dihapus, atau mendapat pembalasan seperti peretasan.

Berikut ini sikap yang disampaikan KAMI terkait aksi dari BEM UI:

  1. Agar Pemerintahan Jokowi menghentikan semua tindakan yang berlawanan dengan konstitusi, terutama dalam menanggapi kritikan.
  2. Agar Pemerintahan Jokowi menghentikan semua bentuk kebohongan, kembali kepada konsistensi sikap satunya kata dengan perbuatan dalam setiap pengambilan kebijakan negara.
  3. Jika Presiden Jokowi merasa tidak sanggup lagi untuk mengatasi multi krisis yang dialami oleh Indonesia, dalam kondisi ekonomi bangkrut, akan lebih bijak jika Presiden Jokowi mengundurkan diri secara terhormat.
  4. Hentikan intervensi terhadap semua Perguruan Tinggi di Indonesia melalui lembaga Rektorat  seperti memanggil BEM atau aktivitas mahasiswa dengan berbagai dalih akibat kritik mereka kepada Presiden RI.
Baca Juga :  Lengser dari Jabatan Ketum PPP, Suharso Monoarfa Bakal Ditawari Jabatan Ketua Majelis Pertimbangan Partai

 

“Itu adalah indikasi kuat penyalahgunaan alat kekuasaan untuk meredam (membungkam) hak-hak demokrasi/ politik mahasiswa dan kebebasan kampus. Cara tersebut adalah tragedi demokrasi yang tidak boleh terjadi,” demikian pernyataan Presidium KAMI se-Jawa.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com