JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Aturan PPKM Level 4 Tak Jelas, Puluhan Pelaku Usaha Wisata di Karanganyar Makin Ketar-Ketir di Ambang Kolaps

Taman Wisata Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar. Foto/Wardoyo


KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebijakan pelonggaran yang diberlakukan pemerintah melalui perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 ternyata tak banyak berimbas pada pelaku usaha sektor wisata.

Tiadanya kejelasan untuk operasional tempat wisata, menghadirkan dilema tersendiri bagi para pelaku usaha wisata.

Alih-alih bisa bangkit lagi, mereka kini dihantui kecemasan untuk buka karena tiadanya aturan yang jelas. Sementara jika makin diperpanjang larangan operasional, usaha mereka pun juga diambang kolaps karena terlalu lama vakum.

Hal itu terungkap dari keluhan yang disampaikan pelaku usaha wisata di Karanganyar menyikapi penerapan PPKM level 4 yang akan berlangsung sampai 12 Agustus 2021.

Advertisement
Baca Juga :  Sempat Pingsan, Pendaki Lawu Asal Madiun Tewas Saat Mendaki di Jalur Cemoro Kandang. 70 Personel Relawan Dikerahkan Evakuasi

“Mau buka, khawatir nanti melanggar. Enggak buka, sudah terlalu lama nggak ada pendapatan. Sejauh ini, yang kita tahu instruksi Mendagri tentang PPKM level 3 dan 4. Kabupaten Karanganyar masuk level 4. Di dalamnya tidak ada yang membahas tentang obyek wisata. Lalu bagaimana?” kata Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Ekowisata Lawu (Apewl), Parmin Sastro kepada wartawan di Karanganyar, Senin (26/7/2021).

Sekadar informasi, obyek wisata lereng Gunung Lawu tidak beroperasi sejak awal PPKM darurat pada 3 Juli lalu.

Sampai berlanjut ke PPKM level 4 yang akan berakhir 2 Agustus mendatang, pelaku usaha belum berani melangkah.

Baca Juga :  Cek Sungai Bengawan Solo, Tim Klaim Airnya Sekarang Sudah Lebih Bagus. Benarkah?

Atas kondisi itu, Parmin berharap Pemkab Karanganyar segera menerbitkan instruksi bupati (inbup) yang menjabarkan lebih rinci pelaksanaan instruksi mendagri.

“Berat juga bagi kami pelaku usaha wisata alam. Usaha kami tak hanya soal kunjungan wisatawan, tapi diandalkan UMKM yang bergantung pada geliat pengunjung. Misalkan saja di Grojogan Sewu yang diandalkan 500 pelaku UMKM. Lalu 25 UMKM di Taman Balekambang, puluhan pengusaha warungan di Cemoro Kandang dan masih banyak lagi,” katanya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua