JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menkes Imbau Masyarakat untuk Tidak Nyetok Obat Covid-19

ilustrasi obat / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Belakangan muncul fenomena mengkhawatirkan mengenai maraknya penyimpanan stok obat Covid-19 yang dilakukan masyarakat untuk kepentingan pribadi dan sejumlah instansi perusahaan.

Hal tersebut tidak patut dilakukan mengingat saat ini lonjakan kasus Covid-19 terus meningkat setiap harinya.

Pembelian obat dengan jumlah besar untuk kepentingan pribadi justru akan membahayakan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyimpan obat Covid-19 di rumah karena obat-obatan tersebut seharusnya dibeli dengan resep dokter dan diberikan oleh rumah sakit.

“Jadi kalau ini kita stok ini di rumah, saya mengerti karena itu memberikan rasa nyaman, tapi itu mengurangi kans satu orang yang membutuhkan untuk mendapat akses dan dia bisa mati”, ujar Budi dalam rapat kerja dengan komisi IX DPR, dikutip dari republika.com, Sabtu (13/7/2021).

Baca Juga :  Anak Usia 12-17 Sudah Bisa Vaksin. Perhatikan Kemungkinan Efek Sampingnya

Ia juga menyampaikan himbauannya kepada perusahaan besar untuk tidak melakukan pembelian obat Covid-19.

“Tolong bantu diimbau ke semua perusahaan besar tidak usah membeli, karena kalau dia membeli, 10.000 dia beli, itu ada 10.000 orang yang kehilangan chancenya (kesempatannya) yang benar-benar membutuhkanm jadi biarkan mekanis secara medis berlaku,” ujarnya.

Rasa empati sangat dibutuhkan disaat kondisi darurat Covid-19 seperti saat ini, masyarakat diminta untuk tidak egois dan mementingkan keperluannya sendiri, orang-orang yang terinfeksi Covid-19 sangat membutuhkan obat.

“Karena ini bahaya, nanti obatnya habis kalau dikejar semua, kita benar-benar membutuhkan ini diberikan oleh dokter, diberikan oleh rumah sakit ke orang-orang yang memang sudah sakit dan membutuhkan,” ujar Budi. Widya Ayu Kusumastuti