JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sragen Masuk PPKM Level 3, Kapolres Imbau Warga Tak Terprovokasi Ajakan Demo. Dua Provokator Sudah Ditangkap Polda

Kapolres Sragen saat menyerahkan bantuan beras kepada pedagang di wilayah Sragen Kota dalam patroli skala besar, Jumat (23/7/2021) malam. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polres Sragen bersama Kodim 0725 Sragen malam ini menggelar patroli berskala besar sekaligus bakti sosial kepada warga terdampak Covid-19 secara ekonomi, Jumat (23/7/2021) malam pukul 21.00 WIB.

Patroli skala besar itu dipimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi. Patroli digelar dengan menyambangi para pelaku usaha di wilayah Sragen Kota.

Kapolres menyampaikan bahwa istilah PPKM Darurat, mulai tanggal 21 Juli 2021 dan akan berakhir pada 25 Juli 2021 mendatang, telah di revisi oleh pemerintah menjadi PPKM level 4,3,2,1, atau sesuai dengan kondisi penyebaran Covid-19 di daerah tersebut.

“Level 4 adalah level yang paling berat atau krusial, seterusnya hingga level 1 adalah level yang paling ringan. Saat ini Sragen berada di level 3, dan kita berdoa bersama, semoga berangsur kita dapat di posisi 1,” paparnya.

Advertisement

Usai menggelar apel, Kapolres kemudian melanjutkan dengan patroli berskala besar di beberapa titik kabupaten Sragen.

Baca Juga :  Vaksinasi Gratis PDIP di Ndayu Park Sragen Diserbu Ratusan Warga. Panitia Sampai 2 Kali Cari Tambahan

Selain itu, dirinya juga berhenti saat melintasi pasar Sragen, yang ternyata sebagian ada yang masih buka untuk memberikan bantuan beras.

Kapolres menjelaskan perbedaan paling krusial dalam praktek kehidupan sehari hari di masyarakat.

Yaitu pada PPKM level 3, untuk tempat makan, toko kelontong HIK , dan warung diijinkan buka sampai dengan pukul 21.00 WIB.

“Ini merupakan kebijakan yang di berikan pemerintah dan juga apabila makan di tempat di beri waktu 30 menit. Jadi memang di berikan ada sedikit kesempatan dari pemerintah melalui peraturan level 3 dibanding kemarin pada pelaksanaan PPKm Darurat yang lebih ketat,“ jelasnya.

Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa meskipun ada sedikit kelonggaran yang diberikan. Namun untuk pelaksanaan protokol kesehatan tetap harus maksimal.

Oleh karena itu, perlu peran dari aparat pemerintah, yakni Polri, TNI, maupun Pemkab Sragen, selalu mengingatkan masyarakat mengarahkan menuju Prokes yang benar.

Baca Juga :  18 Pengacara Sragen Rame-Rame Laporkan Bupati dan Pimpinan PT Glory ke Polres. Terkait Kasus Jalan dan Pembangunan Pabrik di Ngrampal

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan permohonan maafnya kepada warga yang kemungkinan merasa terganggu dengan peluncuran program PPKM Darurat ini.

Seperti halnya terjadi di beberapa daerah lainnya. Namun ia memastikan program PPKM ini semata- mata untuk menyelematkan masyarakat dari wabah Covid-19.

Dia juga menghimbau, dengan adanya provokasi kelompok tertentu, yang rencananya akan menggelar unjuk rasa. Kapolres meminta masyarakat untuk tidak terpancing dan terpengaruh dan tetap di rumah (stay at home) dan menjaga prokes.

“Jangan terprovokasi dengan kelompok tertentu yang memiliki maksud agar situasi Kamtibmas tidak kondusif. Masyarakat juga jangan terpancing dan terpengaruh, tetap di rumah (stay at home) dan jaga prokes,” katanya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua