JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buntut Setoran Rp 3,1 Miliar, Mantan Kapolsek Gemolong Sragen Akhirnya Seret Wakil Ketua DPR Masuk Bui. Ditangkap Paksa KPK Dinihari Tadi

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin saat ditangkap KPK, Sabtu (25/9/2021) dinihari tadi dalam kasus suap atas korupsi DAK Lampung Tengah 2018. Foto/Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, Sabtu (25/9/2021) dinihari tadi.

Azis ditahan setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi terkait persetujuan pinjaman daerah pada APBD Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2018.

Azis terseret sebagai tersangka usai keterlibatannya memberikan suap kepada mantan Kapolsek Gemolong Sragen yang menjadi penyidik KPK, AKP Stepanus Robbin Pattuju.

Sebelumnya Robbin, mantan Kapolsek Gemolong 2016-2017 yang meroket jadi penyidik KPK, sudah lebih dahulu ditangkap dan kini sudah berproses sidang di KPK.

Advertisement
Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Depan Garuda Sragen, Pemotor Honda CBR Hilang Kontrol Tewas Hantam Pohon

Robbin didakwa menerima aliran suap dari sejumlah pejabat berperkara korupsi termasuk Azis senilai total hampir Rp 11,5 miliar.

Azis sendiri ditahan usai dilakukan penangkapan paksa oleh tim penyidik karena sempat mangkir panggilan KPK sehari sebelumnya.

KPK resmi meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dengan menetapkan dan melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap tersangka baru Aziz Syamsuddin dalam pengembangan perkara kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri mengatakan Azis Syamsuddin menjadi tersangka kasus dugaan suap terhadap bekas penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Baca Juga :  Pak Usman Nangis Sesenggukan, Sebut Istrinya Meninggal Gara-Gara Dirinya Dicokot Mantan Kapolsek Gemolong Sragen

Uang suap sebesar Rp 3,1 miliar itu ditengarai untuk mengurus penanganan perkara suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah, yang menyeret nama Azis dan Aliza.

Kuasa hukum mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, Muhammad Yunus mengatakan Azis melalui Aliza mendapat uang Rp 2 miliar sebagai bentuk komitmen atas pengucuran DAK Lampung Tengah tahun 2017.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua