JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Perangkat Desa Diduga Mesum Didemo Warga, Camat Tanon Bakal Kroscek Oknumnya!

Salah satu spanduk berisi tuntutan oknum perangkat desa yang diduga selingkuh untuk diturunkan terpampang di depan balai desa dari aksi demo warga, Selasa (19/10/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak Kecamatan Tanon berencana melakukan klarifikasi dan kroscek terkait kasus indikasi oknum perangkat desa Tanon yang didemo warga gegara diduga mesum.

Klarifikasi diperlukan untuk mengecek kebenaran dugaan itu. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani dan masih dalam tahap pengumpulan informasi.

Camat Tanon, Sumarno mengatakan terkait kasus demo warga Tanon menuntut pelengseran oknum perangkat desa berinisial S (50), pihaknya masih menunggu proses pengumpulan informasi yang saat ini sedang berjalan.

“Sudah pengumpulan informasi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (24/10/2021).

Selain itu, pihaknya juga berencana akan memanggil oknum Perdes yang menjabat sebagai Kaur atau Kasi tersebut. Oknum itu akan dikroscek untuk mengetahui kebenaran kasus tersebut.

“Rencananya akan saya kroscek dengan yang bersangkutan Mas,” tukasnya.

Sebelumnya puluhan warga di Desa Tanon, menggelar aksi demo menuntut pelengseran oknum perangkat desa berinisial S (50) yang diduga mesum dengan wanita warga desa setempat.

Baca Juga :  Nilai Ujian CAT Tak Dimunculkan, Seleksi Penjaringan Perangkat Desa di Karangasem Tanon Diwarnai Protes. Peserta Pertanyakan Validitas Nilai

Menurut warga, aksi demo terpaksa dilakukan karena warga sudah resah dengan indikasi tak terpuji yang dilakukan oknum tersebut.

Keresahan warga itu salah satunya karena oknum tersebut selama ini juga dikenal sebagai modin dan tokoh agama.

Yang bersangkutan sering hadir untuk memimpin doa saat ada warga meninggal hingga ke pemakaman. Salah satu tokoh Desa Tanon, M Januri menyebut warga terutama para suami yang punya istri cantik, kini dilanda keresahan.

“Kami terus terang isin (malu). Kita jadi was-was. Karena kalau pas kebetulan ada saudara yang meninggal terus ada yang kelihatan cantik lalu dia tahu, nanti bagaimana Pak. Kita kan jadi nggak tenang dan was-was,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (23/10/2021).

Januri menegaskan aksi demo itu digelar spontanitas dan murni sebagai ungkapan aspirasi warga.

Baca Juga :  Makin Fenomenal, Festival Sedekah Bumi Pasar Bahulak Sedot 2.000 Pengunjung Mayoritas dari Luar Kota. Perputaran Fulus Tembus Rp 32 Juta

Ia juga menegaskan tidak ada tendensi apapun kecuali menyuarakan keprihatinan warga.

Mewakili warga, ia berharap ada tindakan tegas terhadap S agar menjadi efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Harapan kami, bisa diusut dan disanksi tegas,” imbuhnya.

Januri menyampaikan selama ini, oknum perangkat itu dikenal sebagai modin dan sering bersinggungan dengan aktivitas keagamaan di desa setempat.

“Dia adalah takmir masjid, Pak Modin. Kalau ada orang meninggal selalu ngasih tau nanti kalau ditekani malaikat ojo wedi. Tapi kok malah kelakuannya kayak gitu Pak. Kami malu,” jelasnya.

Dipergoki Istri

Januri menguraikan aksi demo terpaksa digelar sebagai puncak keresahan warga atas indikasi perbuatan tak terpuji S.

Sebab dari catatan warga, sudah dua kali S tersandung indikasi memiliki hubungan khusus dengan dua wanita berumahtangga di desa.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua