JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Disdikbud Sragen Akhirnya Terjun Cek SD Rusak Mirip Kandang Ayam di Kebonromo Ngrampal. Kabid Akui Rusak Berat, Dijanjikan Rehab Pakai DAK

Kondisi kusen jendela di ruang kelas SDN Kebonromo 3 Ngrampal yang hancur lapuk dimakan rayap. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen akhirnya turun ke lapangan menyikapi kondisi SDN Kebonromo 3 di Desa Kebonromo, Ngrampal yang rusak parah.

Tim langsung mengecek ke lokasi dan menyampaikan akan segera mewacanakan anggaran untuk perbaikan SD tersebut.

Kepala Disdikbud Sragen, Suwardi melalui Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Sragen, Sudarto mengatakan sudah mengecek ke SD Kebonromo 3, kemarin siang.

Dari pengamatannya, ada 4 lokal ruangan kelas yang memang dalam kondisi rusak berat di SD tersebut.

“Saya udah ke sana kemarin siang. Ada 4 ruang kelas yang memang rusak. Kategorinya berat. Temboknya juga,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (25/11/2021).

Sudarto menguraikan empat lokal itu memang harus direhab total. Namun karena RAK di 2022 sudah ditutup, yang paling memungkinkan akan diusulkan menggunakan anggaran Dana alokasi khusus (DAK) di APBD 2022.

Baca Juga :  PPKM Level 2 Beri Angin Segar Bus Trans Jateng Jurusan Solo-Sragen. Jokowi Sebut Tren Penumpang Terus Meningkat

Meski demikian, untuk kepastiannya masih akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinannya.

“Nanti kita usulkan dulu ke pimpinan. Nanti kita hitung kebutuhan teknis anggarannya berapa. Nantinya akan kami setting pakai anggaran DAK. Apabila dana DAK belum memungkinkan kita upayakan di anggaran perubahan,” jelasnya.

Sebelumnya, puluhan siswa di SDN Kebonromo 3, di Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen terpaksa harus menerima nasib belajar dalam kondisi memprihatinkan di musala sekolah.

Hal itu terpaksa dijalani lantaran kondisi ruangan kelas sudah rusak parah. Tercatat ada 4 lokal ruang kelas yang kondisi bangunannya sangat memprihatinkan.

Siswa SDN Kebonromo 3 Ngrampal Sragen terpaksa bertahan belajar di ruangan kelas yang rusak parah dan sudah rapuh. Foto/Wardoyo

Bahkan dua ruang yakni kelas 2 dan 4 sudah setahun lebih terpaksa dikosongkan karena nyaris ambruk.

Sementara dua kelas lainnya terpaksa masih difungsikan untuk pembelajaran siswa karena sekolah tak lagi punya alternatif ruang yang aman.

Baca Juga :  Nyeberang Asal Nyelonong, Pemotor Laki-laki Dipenggal Pemotor Perempuan di Gemolong Sragen. Satu Korban Patah Kaki

Akibatnya selain puluhan siswa harus belajar sambil klesotan di musala, sebagian lainnya juga belajar dalam kondisi dihantui rasa was-was.

Fakta miris itu terungkap saat anggota Komisi IV DPRD Sragen asal Ngrampal, Tono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD tersebut, Rabu (24/11/2021) pagi.

Sidak digelar menyusul banyaknya keluhan dan aduan dari wali murid dan pihak sekolah atas kondisi bangunan yang semakin membahayakan.

“Miris melihatnya Mas. Anak-anak harus belajar di musala karena ruangan kelasnya rusak dan nyaris ambruk,” ujarnya saat pertama kali masuk ke SD itu.

Setahun Dikosongkan

Pantauan di lokasi, bangunan yang rusak parah ada 4 lokal atau ruangan. Dari 4 ruangan, 2 di antaranya yakni kelas 2 dan 4 sudah tidak bisa digunakan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua