JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

HIPMI Wonogiri Targetkan 30 Persen Produk UMKM Terserap di Pasar Ritel, Langkah ini yang Dilakukan

HIPMI
Pelantikan BPC HIPMI Wonogiri. Joglosemarnews.com

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM –Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Wonogiri secara resmi dilantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (26/11/2021). Usai dilantik jajaran pengurus bakal memaksimalkan usaha pengembangan dunia wirausaha Kota Gaplek.

Termasuk di dalamnya adalah membantu mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Wonogiri. Bahkan ada target besar yang ingin diraih bersama Pemkab Wonogiri. Yakni paling tidak 30 persen produk UMKM Wonogiri bisa terserap di pasar ritel.

“Ini target bersama Pemkab, bahwa paling tidak 30 persen produk UMKM harus terserap di pasar ritel,” ungkap Ketua BPC HIPMI Wonogiri, Sunan Fanijie dijumpai usai pelantikan HIPMI Wonogiri.

Baca Juga :  Bocah 7 Tahun Tewas Bermain Ranting Daun Singkong, Terjadi di Jetis Kidul Desa Bero Manyaran Wonogiri

Tidak disebutkan angka pasti prosentase produk UMKM yang terserap di pasar ritel saat ini. Hanya saja pihaknya mengakui ada sejumlah kendala soal itu.

“Salah satu permasalahannya adalah UMKM yang belum siap. Entah itu soal packaging dan lainnya,” sebut dia.

Pengusaha muda yang bergerak di bisnis toko pakaian dan perdagangan otomotif ini menuturkan HIPMI nantinya hadir memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Sehingga, permasalahan itu bisa diurai bersama.

“Pada prinsipnya bukan hanya soal target 30 persen itu. Kami nanti hadir melakukan pendampingan sesuai klasifikasi atau klaster masing-masing pelaku usaha, ini langkah awal kami,” sebut dia.

Baca Juga :  Rekam Data e-KTP di Wonogiri Tak Perlu Lagi Bukti Negatif COVID-19, ini Penyebabnya

Dia sudah membuat rencana realisasi. Pada tahap awal HIPMI akan meminta data UMKM di Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag). Dari data itu HIPMI akan memetakan masalah yang dihadapi UMKM selama ini.

Permasalahan itu selanjutnya dipilah-pilah menurut klasifikasi masing-masing. Dia mencontohkan ada klasifikasi atau klaster UMKM yang terkendala soal perizinan, klaster pelaku usaha yang kurang baik dalam hal packaging, dan seterusnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua