JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Pencaplokan Aset Tanah Pemkab Sragen Jadi Hak Milik Pribadi Ternyata Sudah Terjadi Sejak 1970. Bonggol di BPN Masih Diburu

Ketua Komisi 2, Hariyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisi 2 DPRD Sragen memenuhi janjinya untuk memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) terkait dugaan penyerobotan 2 aset tanah Pemkab di Kelurahan Karangtengah yang ditemukan beralih menjadi hal milik pribadi.

Kepala BPKPD Sragen, Dwiyanto dipanggil dan diklarifikasi bersamaan dengan agenda pembahasan RAPBD 2021 di Ruang Rapat Komisi 2 DPRD, Rabu (17/11/2021).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 2, Hariyanto bersama semua jajaran anggota komisi tersebut.

Menurutnya, terkait 2 aset tanah di Kelurahan Karang Tengah itu, BPKPD diklarifikasi perihal riwayat bisa beralih dan lepas menjadi milik perorangan.

“Komisi 2 fokus dari segi pendapatan pajaknya. Sebab dengan status sekarang diklaim menjadi hak milik pribadi, akhirnya tidak bisa dilelang dan tidak menghasilkan pendapatan untuk daerah. Makanya kami minta diusut dan dikembalikan ke daerah lagi,” papar Ketua Komisi 2, Hariyanto, ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , usai pemanggilan.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Mengambang di Katelan Tangen, Posturnya Tinggi Gemuk, Begini Ciri-Ciri Lengkapnya!

Legislator asal PKB itu menyampaikan di hadapan Komisi 2, BPKPD menyatakan tegap bersikukuh bahwa 2 aset tanah berupa sawah itu masih tercatat sebagai aset Pemkab Sragen.

Saat ditanya kenapa bisa lepas menjadi SHM pribadi, dijawab bahwa kejadian itu sudah berlangsung lama sejak 1970an.

“Tadi dijelaskan katanya dulu itu waktu masih jadi desa tahun 1970an itu diklaim sebagai lurug atau tanah untuk jasanya Pak Bayan. Lalu tahun 2002 ada pelimpahan desa jadi kelurahan, baru diketahui. Tapi dua sertifikat itu aslinya lurug siapa juga nggak tahu. Tiba-tiba bisa balik nama jadi SHM dan tercatat di BPN, juga nggak tahu siapa yang mengajukan. Pas pergantian perangkat desa ke kelurahan itu tidak terlacak siapa yang mengajukan. Tadi BPKPD menyebut bahwa itu masih aset Pemkab. Ini masih dicari bonggol ya di BPN,” urai Hariyanto.

Baca Juga :  Breaking News: Mayat Pria Mr X Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo Katelan Tangen. Wajahnya Menghitam, Nyaris Tak Bisa Dikenali

Atas kondisi itu, pihaknya meminta agar kasus ini bisa diusut tuntas. Selain mengusut riwayat dan siapa yang terlibat pengajuan dan pengalihan, BPKPD harus memperjuangkan agar 2 aset bernilai miliaran itu bisa kembali menjadi milik Pemkab.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua