JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kronologi Tewasnya Yusril di Kali Cemoro Kalijambe Sragen. Sempat Main Sama 2 Temannya, Lalu Mendadak Hilang Ditelan Arus

Warga saat mengevakuasi tubuh bocah bernama Yusril yang ditemukan hanyut di Kali Cemoro, Kalijambe, Sragen, Selasa (16/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insiden tenggelamnya bocah bernama Yusril (7) asal Dukuh Malangan RT 13, Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, akhirnya terungkap.

Putra dari Hartanto itu diduga tenggelam karena terpeleset saat bermain di tepi sungai Cemoro wilayah Kalimacan, Kalijambe, Selasa (16/11/2021) petang.

Tubuh bocah malang itu ditemukan jarak 200 meter dari lokasi kejadian setelah ditelan derasnya arus sungai yang naik pasca hujan, .

Kades Kalimacan, Hariyanto mengungkapkan kronologi kejadian bermula ketika awalnya korban sedang bermain dan mandi dengan dua orang temannya di Kali Cemoro.

Sempat diperingatkan oleh warga, mereka tak menghiraukan. Saat asyik main, mendadak korban terpeleset lalu hanyut ditelan arus sungai.

Baca Juga :  Blak-Blakan, Bupati Sragen Mengaku Tak Pernah Masuk 10 Besar Saat Sekolah. Tapi Sebut Ini Rahasia Suksesnya!

“Ceritanya dia lagi main dan mandi dengan dua temannya. Tiba-tiba kepeleset dan tenggelam. Dua temannya lalu lari teriak-teriak minta tolong ke warga. Warga tadi langsung beramai-ramai membantu mencari. Ketemu jarak 200 meter dari lokasi,” papar Kades kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (16/11/2021).

Sempat Dibawa ke Puskesmas 

Koordinator Lapangan SAR Poldes Masaran Sragen, Bambang Sugianto menyampaikan Sekitar pukul 14.45 WIB korban diketahui sedang bermain dengan kedua temannya di Kali Cemoro.

Setelah itu, korban terpeleset dan hanyut. Melihat rekannya hilang, kedua temannya panik dan berusaha menolong namun tidak bisa.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Dokter Bedah Palsu asal Sragen Terima 16 Kali Aliran Uang dari Korban. Ada 10 Kali Tanpa Kuitansi, Berikut Rinciannya!

Keduanya kemudian meminta tolong ke warga sekitar.

“Warga kemudian coba menolong korban. Korban berhasil ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal,” urainya.

Bambang menyampaikan saat kali pertama ditemukan, kondisi korban sebenarnya masih ada denyut nadinya. Oleh warga, kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Kalijambe.

Sayang begitu sampai di Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia.

Dihubungi secara terpisah, Kapolsek Kalijambe AKP Aji Wiyono, membenarkan kejadian ini. Usai dinyatakan meninggal, korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga.

“Dilakukan visum luar, dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban lalu diserahkan ke pihak keluarga,” ujarnya. Wardoyo

Bagi Halaman