JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Bukannya Gembira, Para Ahli di Jepang Malah Kebingungan Tahu Corona Tiba-tiba Turun Drastis

ilustrasi virus Corona

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Bukannya menggembirakan, namun para ahli di Jepang saat ini lagi kebingungan.

Pasalnya, infeksi virus Corona di sana tiba-tiba turun drastis pada saat kasus di negara Asia lainnya melonjak tinggi.

Infeksi harian baru melambat menjadi kurang dari 1 per 1.000.000 orang. Jumlah itu paling sedikit di antara negara-negara besar di Asia, di luar China.

Selain itu, tingkat kematian turun menjadi nol dalam beberapa hari terakhir.

Korea Selatan, dengan tingkat vaksinasi serupa, mencatat rekor infeksi tertinggi hingga menembus 7.000 kasus per hari.

Baca Juga :  Aksi Penembakan Brutal Terjadi Lagi, 18 Anak dan 3 Dewasa Tewas

Begitu pula di Singapura dan Australia, tingkat kasus terus meningkat ketika pihak berwenang melonggarkan pembatasan.

Sebuah hipotesis baru untuk menjelaskan divergensi adalah jenis virus corona yang dominan di Jepang berevolusi sedemikian rupa sehingga memperpendek kemampuannya untuk bereplikasi.

Ituro Inoue, seorang profesor di Institut Genetika Nasional Jepang mengatakan, bahwa subvarian Delta, yang dikenal sebagai AY.29, kemungkinan memberikan kekebalan kepada penduduk Jepang.

“Saya pikir AY.29 melindungi kita dari strain lain,” kata Inoue.

Baca Juga :  Aksi Penembakan Brutal Terjadi Lagi, 18 Anak dan 3 Dewasa Tewas

Namun dia mengingatkan bahwa penelitiannya baru sebatas teori. “Saya tidak 100 persen percaya diri.”

Paul Griffin, seorang profesor di University of Queensland, mengatakan kasus di setiap negara berbeda-beda tergantung cuaca, kepadatan penduduk, dan berbagai strategi untuk memerangi pandemi.

“Kita memang perlu mencoba dan mengambil pelajaran dari negara lain, tetapi tidak boleh mengasumsikan pengalaman yang sama dari satu negara ke negara lain, karena ada semua variabel itu,” kata Griffin.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua