JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Tanya Gimana Enak ke Korban Perkosaan, Karier Kasat Reskrim Boyolali AKP Eko Langsung Tamat. Kapolda: Kita Tidak Ingin Menyakiti Hati Masyarakat!

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pencopotan Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin akhirnya terkuak. Ternyata perkataan lantam sang Kasat yang menjadi pemicunya.

Betapa tidak, ia diduga melakukan pelecehan verbal ke korban perkosaan yang melapor ke Polres setempat.

Bukannya melayani dengan humanis, Pak Kasat itu justru melontarkan kalimat yang seolah merendahkan dan dianggap melecehkan korban.

Kasat diadukan oleh R (23), warga Kecamatan Simo, Boyolali, kemarin didampingi penasehat hukumnya.

Dalam keterangannya, R menyebut pasca suaminya ditahan, dirinya malah jadi korban kekerasan seksual oleh oknum yang mengaku petugas Polda Jateng.

Penderitaannya tak berhenti, saat dirinya melaporkan kejadian yang menimpa dirinya, dia malah jadi korban kekerasan verbal dari oknum perwira Polres Boyolali.

Baca Juga :  Mulai 3 Desember, Sebagian Jateng Tak Bisa Tonton TV Analog. KPID Jateng: Pemerintah Harus Pastikan Distribusi STB Aman

Kekerasan verbal itupun dilaporkan ke Polres Boyolali. Menurut R, kekerasan verbal berupa umpatan yang merendahkan dirinya itu dilontarkan salah satu pimpinan satuan di Polres Boyolali.

Kejadiannya pada Senin (10/1/2022) ketika dia melaporkan perbuatan pelecehan seksual yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Boyolali.

Dia diterima oleh petugas di SPKT tersebut. Setelah melaporkan peristiwa tersebut, R kemudian diarahkan agar ke Satreskrim untuk menjelaskan secara mendetail peristiwa yang dialami.

Saat itulah, dia menerima kata- kata yang berarti umpatan.

Ngopo rene. Ngerti bojone koyo ngono ra dikandanani malah meneng wae,” kata R menirukan ucapan anggota polisi itu.

Baca Juga :  Kasihan, Lansia di Musuk, Boyolali Ditemukan Tewas di Rumahnya

R lalu diam. Anggota yang memeriksanya pun kemudian memberitahukan laporan yang disampaikan R tersebut.

Dimana, R baru saja mengalami pelecehan seksual, pemerkosaan di sebuah hotel di wilayah Bandungan, Semarang.

R yang semula semangat untuk melaporkan peristiwa yang menimpanya seketika langsung ngeper. Pasalnya, ada anggota polisi yang disebut sebagai salah satu perwira malah bertanya dengan nada tinggi.

“Gimana ? enak ?” lanjutnya menirukan anggota polisi dimaksud.

Penasihat hukum R, Hery Hartono mengaku telah mengadukan dugaan pelanggaran etik oleh anggota Polisi ini terhadap kliennya tersebut.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com