JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Derita Mujiyem, Warga Mojosongo, Boyolali. Rumah Roboh, Dia Kini Hanya Tergolek di Kasur

Mujiyem, warga Desa Madu, Mojosongo, Boyolali terbaring di kasur / Foto: Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah nasib yang dialami Mujiyem (49) warga Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Ya, rumahnya yang roboh akibat bencana puting beliung beberapa waktu lalu belum diperbaiki.

Bahkan, dia hanya bisa tergolek di kasur.
Dia masih menjalani masa pemulihan. Tulang ekornya cedera tertimpa reruntuhan rumah yang roboh dan menimbun sekujur tubuhnya.

Mujiyem dan anaknya, Agung (10), diungsikan ke rumah saudanya. Sehari-hari Muji hanya bisa berbaring di kasur lantai. Dia tinggal dan dirawat oleh kakak perempuannya, Painem dan keponakannya, Sukini.

Muji mengaku kesakitan tiap duduk. Dia mengalami tulang ekor terjepit, luka gores didahi dan harus mendapat 12 jahitan serta luka memar lainnya.

Baca Juga :  Warga Banyudono Boyolali Ini Rela Tebar Ribuan Benih Ikan di Waduk Cengklik dari Kantong Pribadi

Buruh kupas dan rajang bawang goreng ini hanya bisa tergolek. Untuk makan dan minum, dia harus dibantu oleh kakaknya. Kalaupun ingin duduk, dia harus dibantu dengan cara disangga orang lain.

” Ya, namanya bencana, siapa yang tahu,” katanya, Kamis (3/3/2022).

Dia mengaku, saat kejadian itu, dirinya berniat mencari pisau untuk mengupas bawang merah.

“Pas ada angin itu, saya tidak dengar apa-apa. Cuma tiba-tiba, bruk, saya sudah kejatuhan reruntuhan rumah,” kenang Mujiyem.

Padahal rumahnya  merupakan bantuan Rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2015 silam. Rumah berukuran 5×6 meter persegi tersebut rata dengan tanah setelah tertimpa pohon kluwih.

Dia tinggal bersama anaknya yang masih kelas V. Kesehariannya sebagai buruh kupas dan rajang bawang merah hanya mampu menghasilkan Rp 50.000/hari. Sedangkan sang suami sudah berpisah sejak lama.

Baca Juga :  Jalani Perawatan di 3 Rumah Sakit, 4 Orang JCH Ditunda Keberangkatannya ke Tanah Suci

Selama masa pemulihan, Muji harus minum obat secara rutin. Dia juga harus kontrol dokter.  Cedera tulang ekor sulit membuatnya beraktifitas seperti biasanya.

Ditambah lagi, dia menjadi tulang punggung keluarga. Dia berharap bantuan untuk rehabilitasi rumahnya bisa segera turun. Sehingga dia bisa menempati rumahnya kembali.

Seperti diketahui,
bencana angin puting beliung melanda Desa Madu pada 20 Februari lalu. Sebatang pohon kluwih berdiameter 2 meter roboh dan menimpa rumah Muji.

Sang anak, kebetulan tengah bermain ke rumah tetangganya.

Sedangkan Muji, tertimpa bangunan rumah yang kini rata dengan tanah. Warga lantas bergotong royong menyelamatkan Muji serta membawanya ke rumah sakit. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com