JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Suara Hati Petani Sragen, Keberpihakan Pemerintah Makin Payah. Pupuk Subsidi Dipreteli, Resah Urea Juga Bakal Dicabut?

Ketua KTNA Sragen, Suratno (tengah) saat menyampaikan aspirasi petani dalam audiensi soal pupuk di DPRD Kamis (19/11/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten Sragen yang digelar untuk menyusun RKPD 2023 di Pendapa Rumdin Bupati, Selasa (22/3/2022) benar-benar banjir masukan.

Tak hanya aspek pembangunan dan sosial, para petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) juga urun suara.

Mereka mempertanyakan kebijakan dan keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian yang dirasa kian hari kian menjauh.

Baca Juga :  Malam Tidur Pisahan, Paginya Istri Kaget Suami Gantung Diri

Ketua KTNA Kabupaten Sragen, Suratno menyampaikan dari hasil diskusi di kalangan anggota KTNA, ada beberapa masukan dari apa yang dirasakan kalangan petani selama ini.

“Ada dua hal yang kami rasakan di kalangan petani. Pertama, keperpihakan pemerintah terhadap produksi pertanian kok semakin lama semakin melemah,” paparnya saat menyampaikan aspirasinya di hadapan Bupati.

Suratno menguraikan selama ini kemampuan pemerintah dalam menstabilkan harga komoditas pertanian saat panen raya, sangat jauh dari harapan.

Baca Juga :  Hanya Nonton Voli, Joko Dapat Hadiah Sepeda Motor Baru. Langsung Sujud Syukur "Alhamdulillah Ya Allah!"

Hal itu ditandai dengan indikator kemampuan pemerintah dalam menyerap gabah melalui Bulog, seolah dipreteli.

Tupoksi Bulog sebagai penyangga pangan yang sebelumnya banyak difungsikan sebagai stabilisator harga gabah saat panen raya, kini justru berubah jadi forum untuk usaha komersial.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua