JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kejar-kejaran hingga Motor Ditendang, Seorang Pelajar di Yogya Jatuh dan Tewas. Pelaku Kabur!

Ilustrasi mayat. Foto: Pixabay.com

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Bermula dari saling menantang lewat media sosial (Medsos), seorang palajar berinisial ZWP (17) akhirnya tewas setelah jatuh tersungkur saat motornya ditendang pelaku dari atas motor.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Bumijo, Jetis, Yogyakarta  pada Minggu (295/2022) sekitar pukul 00.30 WIB.

Terduga pelaku yang berjumlah beberapa orang akhirnya kabur dengan sepeda motor, setelah berteriak: “Tinggal wae! Tinggal wae!”

Kini, para pelaku tengah diburu oleh pihak kepolisian. Menurut dugaan, korban meninggal lantaran sepeda motor yang dikendarai ditendang oleh pelaku, sehingga terjatuh.

Fakta di lapangan menunjukkan, korban pada Minggu (29/5/2022) dini hari berboncengan dengan temannya yakni NPS (15).

Ketua RT 34 Rw 08, Bumijo Kidul, Rudi Antono, mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di angkringan yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Semula dia tidak tahu sama sekali jika ada kejadian dugaan penganiayaan yang mengakibatkan ZWP terjatuh dan meninggal dunia.

 

Barulah beberapa saat setelah ZWP terjatuh, ia baru mengetahui bahwa pelajar nahas itu baru saja mengalami dugaan penganiayaan oleh salah satu kelompok.

Dia menyaksikan tiga sepeda motor melaju kencang ke arah Jalan Wongsodirjan, atau menuju Jalan P Mangkubumi seusai ZWP bersama temannya terjatuh.

Total ada enam pemuda yang terlihat kabur dengan menggunakan tiga sepeda motor.

Baca Juga :  Sudah Harga Beras Melambung, Panen Padi di Sleman Mundur 3 Bulan

“Jadi yang saya tahu itu ada empat motor dari arah Jalan Magelang. Semuanya berboncengan. Yang tiga motor kabur ke arah Jalan Wongsodirjan (menuju Malioboro) sambil teriak “tinggal wae, tinggal wae” (tinggal saja, tinggal saja) ” katanya, ditemui di rumahnya, Minggu (29/5/2022).

Semua orang pada Minggu dini hari yang berada tak jauh dari lokasi kejadian terkejut.

“Begitu saya pastikan ke lokasi itu kepala korban sudah penuh darah. Saya sampai menjauh, enggak kuat melihat. Kalau teman satunya yang dibonceng hanya luka lecet,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, Rudi kemudian menelepon ambulans.

Beberapa saat kemudian mobil ambulans pun datang dan melakukan tindakan medis.

 

Korban saat itu dilarikan ke Rumah Sakit Dr Sardjito.

“Pas sesaat kejadian masih hidup, begitu sampai di RS. Sardjito saya ditelepon sopir ambulans kalau korban sudah meninggal,” ujarnya.

Diduga ZWP menghembuskan napas terakhirnya saat perjalanan menuju rumah sakit.

Rudi sempat bertanya kepada teman yang dibonceng korban berinisial NSP.

Menurut penuturannya, motor yang dikendarai korban terjatuh lantaran ditendang oleh salah satu pengendara tiga motor yang berhasil kabur.

Motor korban oleng lalu membentur trotoar dan kepala korban mengalami cedera berat.

“Saksi (temannya) bilang motornya ditendang. Itu lalu kepalanya terbentur. Wah, darah semua itu,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, lokasi tepatnya kejadian itu berada di depan SMP 12 Yogyakarta. Gundukan pasir masih terlihat dibahu jalan sebelah kiri yang diduga adalah bekas darah korban.

Baca Juga :  Megawati Diprediksi Bakal Segera Tarik 7 Menteri PDIP dari Kabinet Jokowi

“Korban meninggal dunia inisial ZWP kelahiran tahun 2005, alamat Depok, (Kabupaten) Sleman, pelajar SMP,” kata Kasi Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharja, saat dikonfirmasi pada Minggu (29/5/2022) siang.

Dia menjelaskan dari hasil penyelidikan sementara, kelompok korban dan kelompok pelaku sudah saling tantang melalui medsos.

Mereka lantas janjian untuk ketemu dan sempat saling kejar.

“Kelompok korban dan kelompok pelaku sebelumnya sudah tantang tantangan melalui medsos, dan bertemu di Jalan Kabupaten, kemudian kelompok korban dan pelaku saling kejar,” jelasnya.

Sesampai di kawasan Pingit, kelompok korban kemudian terpisah. Korban yang saat itu berboncengan kemudian dikejar rombongan pelaku.

“Sampai di Pingit kelompok korban terpisah, sehingga korban bisa dikejar pelaku, kemudian motor korban ditendang pelaku dan jatuh,” katanya.

Rekan ZWP yaitu NPS (15) juga menjadi korban dengan kondisi luka lecet di bagian kaki.

“Kedua korban berboncengan,” katanya.

Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Korban juga tengah berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi.

“Saat ini korban berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi untuk bisa mengetahui penyebab kematian korban,” pungkasnya.

www.tribunnews.com

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com