JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Apes! Dinikahi Siri oleh Oknum Polisi, Setelah Hamil 8 Bulan, Malah Ditalak Lewat WA

ilustrasi / tribunnews

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM Nasib wanita asal Surabaya berinisial RA (39) ini sungguh apes. Setelah dinikah siri oleh oknum polisi, DN (37) yang berpangkat Aipda, dan sudah mengandung anaknya 8 bulan, eh, ia malah dicampakkan suaminya itu hanya lewat pesan WA.

Informasi yang berhasil dihimpun, sosok DN merupakan oknum anggota Korps Bhayangkara berdinas di Polres Musi Rawas, Polda Sumatera Selatan, yang sudah beristri sah berinisial DMU (37).

“(Pangkat) Aipda. Asal Palembang. (Berdinas) Polres Musi Rawas Polda Sumsel,” ujar RA saat dihubungi TribunJatim.com, Kamis (22/7/2022).

Hubungan percintaan di antara keduanya, bermula pada awal tahun 2021 silam. Bermula dari saling berkomentar melalui direct message (DM) aplikasi TikTok, membuat benih cinta yang bercokol di antara mereka makin tumbuh hingga mekar merekah.

RA tak menolak menjalin asmara dengan Aipda DN, lantaran pria asal Palembang itu mengaku kepadanya, sedang mempersiapkan perceraian dengan istri sahnya.

Kepada RA, Aipda DN sering ‘curhat’ bahwa hubungan keluarga kecilnya sudah tidak harmonis, dan tak lama lagi berujung perceraian.

Merasa diyakinkan dengan janji dalam setiap curhatan tersebut. Hubungan RA dan Aipda DN akhirnya berlanjut hingga ke pelaminan secara siri, yang berlangsung di kediaman RA, kawasan Surabaya, pada Sabtu (14/8/2021).

“Satu bulan sekali kita pasti ketemu,” jelasnya.

RA yang mulai mengandung anak dari Aipda DN itu, meminta segera dipersunting secara resmi pada Desember 2021. Namun, Aipda DN terus berkelit.

Ternyata, RA baru mengetahui, bahwa Aipda DN selama ini, belum juga bercerai dari istri sahnya; DMU, sesuai dengan janji dalam setiap ‘curhatan’ yang disampaikan si oknum polisi kepada dirinya.

Baca Juga :  Pinjol Kembali Makan Korban, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Tak Dapat Uang Pinjaman, Malah Dikejar-kejar Debt Collector

Apalagi, saat RA berupaya meminta pertanggungjawaban atas situasi yang serba pelik tersebut, di tengah usia kehamilannya yang makin tua.

Bak petir menyambar di siang bolong. Aipda DN yang semula bertutur kata manis kepadanya, sekonyong-konyong menjatuhkan talak kepada RA hanya melalui pesan WhatsApp (WA) pada April 2022, yang saat itu tengah hamil pada usia kandungan enam bulan.

Tak cuma itu, Aipda DN tidak lagi merespon semua upaya komunikasi yang dilakukan RA melalui telpon ataupun pesan singkat. Bahkan, oknum polisi tersebut, dengan tega bakal melaporkan RA ke pihak kepolisian.

“DN yang jelas-jelas sudah beristri melakukan pendekatan ke saya dengan alasan proses cerai dan menjanjikan saya untuk proses nikah secara legalitas,” terang RA.

RA bersama bayi yang dikandungnya tak patah arang, meski jalan berliku yang ditemuinya, selama mencari pertanggungjawaban oknum polisi Aipda DN.

Ketika komunikasi jarak jauh tidak dapat membantunya banyak. RA yang saat itu memasuki usia kandungan enam bulan rela menempuh perjalanan udara ke Sumatera Selatan untuk melaporkan Aipda DN atas perkara masalah pernikahan siri ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Mapolda Sumatera Selatan, pada Kamis (21/4/2022).

Kemudian, berkas perkara tersebut dilimpahkan ke Ankum Sie Propam Polres Musi Rawas pada Senin (13/6/2022).

Setelah pelimpahan berkas tersebut, RA mengaku tidak mendapatkan informasi sama sekali melalui aplikasi pesan WA ataupun telepon seluler, mengenai tindak lanjut pelaporan tersebut.

Baca Juga :  Anak Penyanyi Dangdut Ini Terlibat Kasus Pencurian Belasan Motor dengan Kerugian Capai Rp 300 Juta

Merasa kasusnya berjalan di tempat. Dua hari setelah itu, RA berinisiatif melaporkan kendala tersebut kepada Propam Mabes Polri melalui aplikasi ‘Propam Presisi’.

Alhasil pengaduan RA diterima oleh Biro Warprov Mabes Polri, pada Rabu (15/6/2022).

Bahkan, pengaduan RA terhadap sidang kode etik Aipda DN atas kasus pernikahan siri langsung ditindaklanjuti melalui petugas Briptu N untuk dikomunikasikan lebih lanjut kepada Kasi Propam Polres Musi Rawas.

Agar, enam hari kemudian, tepatnya pada Selasa (21/6/2022) proses sidang kode etik terhadap Aipda DN, dapat digelar.

Anehnya, Kasi Propam Polres Musi Rawas saat itu, baru melakukan sidang terhadap Aipda DN pada Selasa (22/6/2022).

Bahkan sidang yang berlangsung itu beragendakan sidang disiplin, bukan sidang kode etik, sebagaimana arahan dari pihak Biro Warprov Mabes Polri.

Dongkolnya lagi. RA mengaku, pihaknya baru memperoleh kabar pelaksanaan sidang tersebut melalui pesan singkat aplikasi WA, dua hari setelah sidang tersebut digelar, yakni Jumat (24/6/2022).

Pesan tersebut berisi informasi, bahwa Aipda DN sudah diberi sanksi penahanan oleh Sie Propam Polres Musi Rawas selama 21 hari, atas perbuatannya.

“Setelah DN mendapatkan sanksi sel 21 hari sampai detik ini DN tidak berkomunikasi dan bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap saya dan anak dikandungan saya dan malah pesan terakhir yang saya terima, saya diancam untuk dilaporkan apabila saya tidak mencabut berkas Pidum Polda Jatim,” jelas RA.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com