JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Karanganyar Berstatus Blunder Sampah, Alat Pengolah Limbah dari China Mangkrak Tanpa Solusi

Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar yang kondisinya sudah overload / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kabupaten Karanganyar, Jateng memiliki status blunder sampah pada kurun waktu satu semester tahun ini.

Pasalnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar sudah overload.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM saat mengikuti kunjungan Ketua DPRD Bagus Selo dan Komisi C di TPS Sukosari terlihat jelas gunung sampah setinggi hampir 10 meter mangkrak tanpa bisa diolah.

Sedangkan sebanyak sembilan truck antre masuk ke TPA mencari celah ruang untuk pembuangan sampah.

“Apa yang terjadi di Karanganyar ini benar-benar tragis status blunder sampah karena ada masalah tanpa ada solusi sementara aktifitas pembuangan sampah setiap hari tidak bisa dihindarkan,” ungkap Anggota Komisi C, DPRD Karanganyar, Joko Pramono S.Sos kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (11/7/2022).

Baca Juga :  Serunya Wisata Bersama Keluarga All New Honda BR-V di Tawangmangu

Menurut Joko Pramono kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena berdampak fatal baik lingkungan hidup ataupun siklus mekanisme pembuangan sampah karena TPA sudah overload dan menjadi gunung sampah.

Terkait status keberadaan mesin pengolah sampah yang mangkrak hampir setahun ini, Joko Pramono menganggap hal itu sebagai pembiaran karena Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dinas terkait diam saja membiarkan mesin mangkrak tidak berfungsi dengan segala alasan.

Baca Juga :  Baru 3 Bulan Merantau di Karanganyar, Pasutri Asal  Medan Kehilangan Bayinya yang Hanyut di Selokan

“Maaf Karanganyar ini kan Kabupaten yang memiliki otoritas masak selama ini Pemkab Karanganyar diam saja beralasan bahwa mesin itu tidak siap pakai karena belum resmi diserahkan dan belum ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menjalankan mesin,” tandas Joko Pramono.

Lebih tragis lagi, lanjut Joko Pramono sempat muncul alasan bahwa belum bisa mengoperasikan mesin pengolah sampah hibah dari China itu karena modulnya berbahasa China.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com