JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dibongkar, Kasus Korupsi Pejabat Perhutani Gunakan Modus Kegiatan Siluman. Begini Penjelasan Kejari Sragen!

Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi (tengah) didampingi Kasi Intelkam Dipto Brahmono (kanan) saat menggelar konferensi pers penetapan tersangka korupsi dana forum tani Perum Perhutani KPH Surakarta di halaman Kejari Sragen, Kamis (25/8/2022) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen membeberkan modus dari kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan pejabat Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Surakarta, Yohanes Cahyono Adi alias YCA (40).

Tersangka yang terkahir menjabat sebagai Junior Manajer Bisnis itu diduga menyalahgunakan dana forum tani dari pemanfaatan lahan Perum Perhutani oleh petani penggarap di wilayah Tangen, Sragen dengan modus kegiatan fiktif alias siluman.

Kegiatan siluman itu terendus selama empat tahun sejak 2017-2020 dengan total dana yang tak bisa dipertanggungjawabkan mencapai ratusan juta.

Baca Juga :  Siap-Siap Panas Dingin, Kasus Mafia Tanah OO di Sragen Mendekati P-21. Bakal Seret Banyak Tersangka

Fakta itu terungkap dari penjelasan tim Kejari usai penetapan YCA sebagai sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Kamis (25/8/2022).

“Modusnya ada kegiatan yang difiktifkan. Kegiatannya satu tapi tiap tahun difiktifkan dari tahun itu tadi (2017-2020),” papar Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi saat menggelar konferensi pers di kantor Kejari Sragen, Kamis (25/8/2022).

Agung menjelaskan kegiatan fiktif yang dimaksud adalah kegiatan itu dilaporkan seolah-olah sudah dilaksanakan. Akan tetapi riilnya tidak pernah dilaksanakan.

“Jadi ada kegiatan yang tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kegiatannya di wilayah Kabupaten Sragen ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Tahun 2023, Puluhan Ruas Jalan di Sragen Bakal Dibangun. Total Rp 294 Miliar, Simak Ini Bocoran Ruas yang Akan Dibangun

Dari kegiatan fiktif itu, total dana yang disalahgunakan mencapai lebih dari Rp 100 juta. Angka itulah yang menjadi taksiran kerugian negara akibat perbuatan tersangka.

Agung menguraikan tersangka resmi ditahan selama 20 hari ke depan. Terhitung mulai hari ini, Kamis (25/8/2022) sampai 13 September mendatang.

Penahanan dilakukan dalam tahap penyidikan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Penahanan juga dilakukan atas pertimbangan dua alasan. Yakni alasan obyektif yaitu ancaman pidana lebih dari 5 tahun.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com