JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ekonom: Kompensasi Kenaikan Harga BBM Rp 24,17 T Dinilai Terlalu Kecil, Ini Alasannya

ilustrasi BBM

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah berencana memberikan tambahan subsidi Rp 24,17 triliun  sebagai kompensasi  kenaikan hara BBM.

Namun dalam pandangan Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira,bansos Rp 24,17 triliun untuk kompensasi kenaikan harga BBM itu terlalu kecil.

“Kelas menengah rentan yang jumlahnya 115 juta orang perlu dilindungi oleh dana kompensasi kenaikan harga BBM,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (30/8/2022).

Menurut Bhima, upaya pemerintah tidak bisa berhenti pada Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan langsung tunai (BLT), tetapi para pekerja yang upah minimum nya cuma naik 1 persen juga perlu dibantu.

Baca Juga :  Awas, Operasi Zebra Candi 2022 Dimulai Hari Ini. Ada 14 Poin Sasaran, Pak Polisi Ingat Tilang Pilihan Terakhir!

Adapun bantuan tersebut bisa dengan skema subsidi upah dengan nominal lebih besar dibanding 2020-2021.

Begitu juga dengan UMKM, ia berpendapat perlu diberikan dana kompensasi. Misalnya, subsidi bunga kredit usaha rakyat atau KUR dinaikkan dua kali lipat atau diberi bantuan permodalan.

“Jika harga BBM bersubsidi naik, semua bisa kena dampaknya bahkan yang selama ini tidak menggunakan subsidi juga ikut kena inflasi,” ucap Bhima.

Permasalahan berikutnya adalah seberapa cepat pencairan bansos kompensasi BBM. Kalau harga BBM naik, tapi bansos baru dihitung, belum 100 persen cair, maka efeknya sudah bisa menurunkan konsumsi rumah tangga.

Baca Juga :  Dipinang NasDem sebagai Capres 2024, Anies Baswedan: Bismillahirrahmanirrahim Siap

Ia berujar bansos kerap bermasalah soal pendataan dan kecepatan eksekusi. Misalnya harga BBM akan naik pada September, maka bansos kompensasi idealnya menurut Bhima cair seluruhnya pada akhir Agustus.

Sementara itu, ia mengatakan dengan penambahan bansos Rp 24,17 triliun termasuk bansos untuk pekerja, berarti sinyal Pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat semakin kuat.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com