JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gawat, Akhir September Kuota Pertalite Diprediksi Habis. Menkeu: 86 % Penikmat BBM Subsidi Ternyata Orang Kaya!

Ilustrasi petugas SPBU Tunjungan Sragen melayani pembeli. Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan fakta mengejutkan soal konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Ia menyebut mayoritas BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, selama ini justru dinikmati oleh orang kaya.

Bahkan ia menyebut 86 persen BBM subsidi justru dinikmati orang kaya yang sebenarnya tidak berhak menikmati.

“Jadi yang orang miskin tadi, dari ratusan triliun subsidi itu, dia hanya menikmati sangat kecil,” katanya dalam rapat kerja Komite IV DPD dengan Menteri Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia pada Kamis (25/8/2022).

Menkeu menjelaskan untuk BBM jenis Pertalite misalnya. BBM subsidi jenis ini dikonsumsi oleh 30 persen orang terkaya dan Solar subsidi digunakan oleh 40 persen orang terkaya.

Baca Juga :  Kasus Pelemparan Bus Persis Solo, Persita Tangerang Minta Maaf, Polisi Amankan 7 Tersangka

Adapun total anggaran subsidi untuk Pertalite, 86 persen di antaranya dikonsumsi oleh 30 persen orang terkaya.

Sedangkan untuk Solar subsidi, kata Sri Mulyani, dari total anggaran subsidi Rp 143 triliun, orang kaya dan dunia usaha menikmati Rp 127 triliun di antaranya.

Artinya, ada 89 persen dari total subsidi solar dipakai oleh orang kaya.

Lebih jauh, bendahara negara itu menyebutkan penjualan BBM subsidi yang salah sasaran adalah konsekuensi yang harus ditanggung dari mekanisme penyaluran subsidi terhadap barang.

Baca Juga :  Gibran, Bobby, Menyusul Kaesang Bakal Masuk Politik, Pengamat: Dinasti Politik dan Aji Mumpung

Sebab, dengan begitu, tidak ada larangan bagi siapapun untuk membeli BBM bersubsidi.

Artinya, orang kaya yang notabene bukan sasaran BBM subsidi masih bisa mengkonsumsinya.

Padahal, seharusnya subsidi hanya menyasar masyarakat miskin dan rentan miskin. Sebab, merekalah yang akan sangat terdampak oleh gejolak harga barang bersubsidi.

“Memang kalau subsidi melalui barang, dan barang itu dikonsumsi orang mampu, ya kita menyubsidi orang mampu. Memang ada orang-orang yang tidak mampu dan miskin tetap juga menikmati barang itu, tetapi porsinya kecil,” tandasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com