JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Astagfirullah, Oknum Polisi Jadikan Anak Tirinya Budak Nafsu Bertahun-Tahun, Hotman Paris Sampai Angkat Bicara

Tangkapan layar video viral di tiktok anak tiri korban perkosaan oknum anggota polisi di Cirebon yang didampingi pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea. Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi biadab kembali mencuat dari oknum anggota korps Bhayangkara. Kali ini, seorang oknum polisi di Cirebon Kota berinisial Briptu C diduga tega memperkosa anak tirinya yang masih berusia 11 tahun dan duduk di bangku SD.

Anggota Polres Cirebon Kota itu diduga tega mencabuli hingga menyetubuhi anak perempuan dari istrinya sejak kelas IV SD usia 9 tahun hingga kini bangku kelas VI SD.

Celakanya, oknum polisi itu juga diduga mencekoki putri tirinya itu dengan obat terlarang hingga menonton video asusila sebelum kemudian menyetubuhinya.

Kasus itu meledak dan ramai mencuat di media sosial setelah orangtua korban mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Video Hotman bersama korban dan ibunya bahkan viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 51 detik yang beredar di tiktok itu, Hotman Paris membeberkan aksi bejat sang oknum polisi terhadap anak tirinya itu.

Baca Juga :  Berbuat Maksiat di Banyak Masjid, 2 Pria Ini Terancam 7 Tahun Penjara

“Bapak Kapolri, Bapak Kadiv Propam, Bapak Kapolda Jawa Barat, Bapak Kapolresta Cirebon. Ini anak umur 11 tahun yang dilecehkan sejak kelas IV SD umur 9 tahun tahun diduga oleh bapak tirinya. Disuruh nonton video porno, diberikan obat, dianiaya kemudian disetubuhi sekian lama,,” kata Hotman Paris dalam video itu.

Dalam video itu, orang tua korban juga melontarkan kalimat sambil menangis. Ia menyebut sebagai orang tua kandung, dirinya justru dilarang mendampingi korban. Tidak hanya itu, sempat ada larangan kepada korban untuk bercerita.

Baca Juga :  Rp 131 Miliar Dana DAU Tak Bisa Diutak-atik, Bupati Sragen Minta Pendapatan Daerah Digenjot

Menurut Hotman Paris, saat ini oknum polisi itu memang sudah ditahan di Polresta Cirebon. Namun ibunya mengeluh mempertanyakan proses penyidikan dan pendampingan psikolog terhadap korban.

“Memang sudah ditahan oknum polisi di Polresta Cirebon. Tapi ibunya mengeluh, apakah penyidik dan psikolog sudah menjalankan tugas secara netral. Baru mempertanyakan, bukan menuduh,” tutur Hotman.

Di hadapan Hotman, ibu korban mengaku dirinya dilarang mendampingi putrinya saat pemeriksaan psikologi.

Kemudian, saat bertanya kepada putrinya, disebutkan bahwa ada larangan untuk bercerita apapun.

“Saya dilarang untuk masuk mendampingi anak saya. Ditutup rapat. Setelah itu, saya tanya ditanyakan apa saja. Anak saya katanya dilarang bercerita apapun,” tuturnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com