JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Sempat Tinggi, Kini Harga Telur Anjlok. Peternak Was-was Turun di Bawah BEP

Peternak sedang mengumpulkan telur di peternakan ayam miliknya di Boyolali / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM –   Setelah beberapa waktu harga telur ayam tinggi, kini harga mulai turun. Peternak ayam petelur merasa was- was.

Mereka khawatir harga terus merosot seperti beberapa waktu lalu. Semula harga tertinggi dari peternak mencapai Rp 27.500/kg. Kini merosot menjadi Rp 22.000 /kg. Turunnya harga telur dipicu serapan di pasar yang menurun.

Baca Juga :  Onde-onde Khas Boyolali dengan Isian Daging Ayam Pedas, Nikmatnya Nagih Banget

Menurut Ketua Paguyuban Peterlur Boyolali Bersatu, drh Krishandrika Immanuel Raharjo,  penurunan ini berlangsung bertahap. Yakni sejak Presiden meminta penurunan harga telur ayam. Namun, harga telur terus merosot dan hampir menyentuh break event point (BEP) yakni Rp 21.000 /kg.

“Dari tertinggi Rp 27.500 /kg, kemarin (3/9) jadi Rp 23.000 dan Rp 24.900/kg. Lalu pagi ini (4/9/2022) sudah Rp 22.000 dan Rp 23,800/kg,” katanya.

Baca Juga :  Pembebasan 111 Bidang Tanah untuk Tol Solo-Yogya di Boyolali Belum Tuntas. Ini Penyebabnya

Dijelaskan, harga telur ayam biasanya akan berubah pada siang hari. Dia was-was harga telur merosot hingga BEP atau batas impas. Turunnya harga telur diduga karena serapan telur di pasaran sepi.

Padahal biasanya, pasca Suro dalam penanggalan Jawa. Akan banyak hajatan dan kegiatan masyarakat.

Sehingga membuat kebutuhan telur naik dan harga terangkat.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com