JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cerita Hari Batik Nasional dari Desa Wisata Batik Kliwonan Sragen. Berjaya Mulai Era SBY, Kini Bangkit Usai 2 Tahun Terhempas

Tim juri Lomba K3 dan Kreasi Icon Batik Desa Kliwonan saat melakukan penilaian, Kamis (11/8/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Momen bersejarah bagi batik sebagai warisan sejarah itu kembali hadir bertepatan hari Minggu (2/10/2022).

Bagi Sragen, batik kini seolah sudah menjadi salah satu produk andalan daerah. Berbagai produk batik khas diproduksi di beberapa desa sentra perajin batik di Bumi Sukowati.

Bahkan, tercatat ada dua desa yang menjadi sentra perajin batik yakni Desa Kliwonan dan Pilang di Kecamatan Masaran.

Di dua desa ini, produk batik tulis hingga berbagai jenis batik sudah puluhan tahun diproduksi oleh puluhan perajin.

Baca Juga :  Hajar Junior hingga Tewas, Santri Senior Ponpes Ta'mirul Islam Akhirnya Ditetapkan Tersangka

Kades Kliwonan, Aswanda mengatakan di desanya, batik sudah menjadi warisan kerajinan yang turun temurun. Kisah batik di Kliwonan konon berawal dari salah satu pengusaha besar yang melestarikan seni membatik.

“Dari situ kemudian mempekerjakan warga sekitar untuk membatik. Kemudian ada juga kisah warga sini dulu merantau ke Solo membatik di kampung batik. Setelah pandai, kemudian membatik sendiri di desa hingga kemudian banyak yang menjadikannya sebagai usaha,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (1/10/2022).

Puluhan tahun berjalan, kini batik di Kliwonan ibarat menjadi urat nadi pencaharian separuh warga. Aswanda menyebut ada sekitar 28 sampai 30 perajin besar yang memproduksi batik di desanya.

Baca Juga :  Aipda Joko Mudo, Korban Tragedi Helikopter P-1103 Asal Sragen Punya 2 Anak. Terakhir Pulang Kampung 2 Oktober

Mulai dari batik tulis yang berharga mahal, batik printing atau cap hingga batik kombinasi. Setiap hari tak kurang dari 500 lembar batik dihasilkan dari Desa Batik Kliwonan.

Selama ini, batik produksi desa ini menyebar di jual ke Solo dan kota-kota besar. Aswanda yang juga memiliki usaha Batik Windasari itu menguraikan makna hari batik sangat besar berkontribusi terhadap perajin.

Kades Kliwonan, Aswanda. Foto/Wardoyo
Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com