JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Tanpa Koordinasi dengan BPCB, Ekskavasi Situs Tlawong Ilegal

Disinggung soal penjadwalan ulang koordinasi, Sukranadi maengaku tak masalah. Pihaknya siap dilakukan kapan saja.

Tinggal pihak Disdikbud dan CV pelaksana yang menentukan waktu. Jika waktunya molor semakin lama, maka kegiatan ekskavasi pun akan terhenti semakin lama. Jika nekat ekskavasi tanpa setahu BPCB terancam proses hukum.

“Undang-undangnya kan jelas. Itu kan merusak, berarti mereka ilegal. Sekarang CV itu, ada tidak CV yang bidang usahanya melakukan ekskavasi ?”

Selain itu, izin yang disampaikan ke BPCB Jateng untuk kegiatan focus group disscussion (FGD). Bukan melakukan ekskavasi atau penggalian. Maka kegiatan tersebut termasuk dalam perusakan situs cagar budaya.

Baca Juga :  1.347 Anggota PPDI Boyolali "Geruduk" Jakarta, Ada Apa?

“Pelaksanaannya tanpa izin itu kan. Meskipun bekas penggalian ditimbun lagi, itu tetap saja merusak.”

Sukranadi menegaskan, pihaknya tidak ingin mempersulit. Hanya perlu melakukan koordinasi saja. Pihaknya juga tidak mengharuskan pelaksanaan ekskavasi harus dari BPCB. Daerah menggandeng BRIN dan Fakultas Arkeologi juga tidak masalah. Sehingga hasil penelitian situs bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Baca Juga :  Ujicoba Etle Drone di Boyolali, Pelanggar Terlihat Jelas: Mayoritas Tak Pakai Helm dan Sabuk Pengaman

Dihubungi terpisah, Kabid Kebudayaan, Disdikbud Boyolali, Biyanto mengaku tidak dapat hadir untuk berkoordinasi dengan BPCB Jateng. Namun, dia tidak menyebut spesifik alasannya.

“Hari ini (6/10) yang jelas belum bisa ke BPCB. Untuk kegiatan di situs Tlawong sudah berhenti.”

Dirinya juga enggan mengungkapkan besaran ekskavasi tersebut. Dia berkilah, anggaran baru akan disampaikan usai koordinasi dengan BPCB. Waskita

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com