JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Percakapan WA Tak Lazim Siswi SD dengan Pria 31 Tahun di Sragen. Berujung 3 Kali Hubungan di Kamar Mandi Sekolah

Ilustrasi mesum, pencabulan, perkosaan bocah anak di bawah umur. Foto/JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus laporan dugaan asusila, FA (12) siswi SD di salah satu desa di Kecamatan Karangmalang yang diduga dilakukan oleh pria tetangganya berinisial KW (30), menguak fakta baru.

Ternyata, siswi yang masih duduk di bangku kelas VI SD itu diduga mendapat perlakuan cabul dari terduga pelaku, atas dasar suka sama suka.

Bahkan polisi menguak adanya percakapan intens antara korban dan terduga pelaku melalui pesan Whatsapp (WA).

Di mana dalam chat WA itu, siswi itu sudah aktif untuk kontak dengan terduga pelaku karena ada perasaan suka.

“Sebelum kejadian, memang ada hubungan intens dengan korban dengan terduga pelaku lewat WA dan korban juga aktif chat. Jadi bukan dia dipaksa, tapi karena memang ada hubungan dan mau. Bukti chat WA ini nanti juga akan kita jadikan bukti untuk mengusut kasus ini,” papar Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas AKP Ari Pujiantoro, Jumat (7/10/2022).

Baca Juga :  Sempat Syok, Keluarga Masih Berharap Aipda Joko Mudo Bisa Ditemukan dengan Selamat!

AKP Ari menguraikan dari jejak digital di HP, menunjukkan adanya percakapan intens antara korban dan pelaku melalui WhatsApp (WA) yang mengarah pada adanya hubungan suka sama suka.

“Jadi bocahe (korban) ini ternyata juga ada rasa seneng. Meskipun secara fakta usianya baru 12 tahun tapi badannya memang sudah agak besar. Hubungannya memang sama-sama suka. Bahkan dari keterangan yang kami dapat, hubungan seperti itu sudah dilakukan tiga kali,” urainya.

Baca Juga :  SDN Patihan 2 Sidoharjo, Meski di Desa Tapi Berpredikat Unggul dengan Segudang Program Unggulan

Ia menguraikan dari bukti chat WA itulah ditengarai kuat ada indikasi antara korban dan terduga pelaku memiliki hubungan asmara.

Sehingga disinyalir perbuatan asusila itu yang dilakukan di kamar mandi sekolah itu bukan atas paksaan melainkan ada unsur suka sama suka.

Namun ia memastikan dari hasil visum terhadap siswi kelas VI SD tersebut, hasilnya menunjukkan negatif. Artinya tidak ditemukan kerusakan pada alat vital korban.

“Dari hasil visum dokter, menunjukkan masih negatif. Artinya tindakan mengarah kuat bukan pemerkosaan melainkan pencabulan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM di Mapolres.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com