JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bingung Tak Punya Biaya Kursus Bahasa Korea, Remaja Lulusan SMK di Sragen Nekat Gantung Diri

Kapolsek Gemolong, AKP Fajar Nur Ihsanudin saat menyerahkan jenazah remaja yang gantung diri ke keluarganya. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda lulusan SMK.

Remaja bernama Riyanto (19) asal Dukuh Pendem RT 9/2, Desa Jenalas Gemolong, Sragen itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Diduga kuat, aksi itu dipicu keinginan besar korban bekerja di Korea namun bingung tak punya biaya kursus pelatihan Bahasa Korea.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi pada Rabu (12/2/2023) siang pukul 13.30 WIB.

Jenazah remaja malang itu kali pertama diketahui bapaknya sendiri, Risti Mundarto (45). Korban menggantung di dapur rumahnya dengan tali senar plastik (dadung) warna biru diameter 0,5 cm sepanjang 185 cm.

Baca Juga :  Khataman Al-Quran Mewarnai Tiga Tahun Kepemimpinan, Bupati Yuni Bagikan Hadiah Sepeda Untuk Anak yang Berani Menjawab Pertanyaan

Kejadian bermula ketika pada hari kejadian pukul 06.00 WIB, Risti melihat putranya masih tidur di kamar ruang tengah.

Karena tak ada masalah apa-apa, ia lalu pergi berangkat bekerja ke penggilingan padi di Genengduwur, Gemolong, tempatnya bekerja.

Menggantung di Dapur 

Selanjutnya sekira pukul 13.30 WIB, sepulang kerja, bapak muda itu bingung mendapati rumah dalam keadaan sepi.

Kemudian ia mencari anaknya dengan menuju ke dapur yang berada di rumah belakang. Saat masuk ke dalam dapur, ia langsung kaget melihat putranya sudah dalam keadaan tak bernyawa dalam posisi tergantung menggunakan tali senar plastik di kuda-kuda tengah dapur.

Tim Inafis Polres Sragen saat melakukan olah TKP lokasi remaja gantung diri di Jenalas, Gemolong. Foto/Wardoyo

Mendapati hal tersebut, orangtua korban sontak berteriak meminta tolong kepada warga sekitar dan menghubungi perangkat desa.

Baca Juga :  Konser Judika di Sragen Sukses, Wartawan Joglosemarnews.com Dilarang Masuk Petugas, Bupati Minta Maaf: Itu Tidak Bisa Dibenarkan, Besok Tak Boleh Terulang!

Saat dicek sudah meninggal dunia, mereka kemudian melapor ke Polsek setempat.

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Gemolong, AKP Fajar Nur Ihsanudin membenarkan kejadian itu.

Dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Sragen dan Puskesmas Gemolong, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Dari keterangan bapak kandung korban, bahwa beberapa minggu yang lalu korban pernah berkeluh kesah berhubungan dengan biaya kursus kepelatihan bekerja ke Korea yang dirasa mahal,” ujarnya.

Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah dan menolak diotopsi, jenazah korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com