JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Direspon Positif, Ekskavasi Situs Candi Watugenuk di Kragilan Boyolali Dilanjutkan Tahun Ini

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali memastikan bahwa ekskavasi situs Candi Watugenuk, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo bakal dilanjutkan tahun ini. Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali memastikan bahwa ekskavasi situs Candi Watugenuk, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo bakal dilanjutkan tahun ini. Bahkan, Bidang Kebudayaan Disdikbud sudah menganggarkan Rp 400 juta untuk kegiatan kajian dan ekskavasi cagar budaya.

“Dana tersebut untuk ekskavasi tiga situs, namun, pelaksanaannya menunggu persetujuan Bupati,” kata Pamong Budaya, Bidang Kebudayaan, Disdikbud Boyolali, Sumarjo pada Selasa (17/1/2023).

Dijelaskan, ada tiga cagar budaya yang menjadi prioritas. Yakni, situs Candi Watugenuk, Desa Kragilan, Mojosongo. Lalu situs Watu Serut, Desa Tlawong, Sawit. Serta situs batu prasasti Wonosegoro, di Desa Wonosegoro, Cepogo.

“Kegiatan ekskavasi dilakukan dengan tetap menggandeng Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng,” kata Sumarjo.

Untuk ekskavasi situs Watu Genuk dianggarkan Rp 200 juta pada tahun ini. Sesuai arahan BPCB, ekskavasi tahap ketiga sudah menunjukan struktur pondasi candi. Selain itu, struktur batu pondasi, tengah dan atap juga dinilai lengkap.
Sehingga dimungkinkan untuk dilakukan studi kelayakan. Baru bisa dilakukan studi teknis arkeologi untuk pemugaran.
“Jadi, untuk tindak lanjut di situs Candi Watu Genuk, kami menunggu rekomendasi dari BPCB Jateng.”

Baca Juga :  Miris, Anak Belasan Tahun di Boyolali Ini Kuras Perhiasan, HP dan Uang Milik Tetangganya

Kemudian, situs Watuserut dianggarkan Rp 100 juta. Disdikbud akan menggandeng BPCB untuk melakukan ekskavasi. Sebelumnya, ekskavasi di Watu Serut ini sempat menjadi polemik. Lantaran belum ada izin ekskavasi dari BPCB Jateng.

“Selanjutnya, Situs Wonosegoro juga akan di ekskavasi dengan anggaran senilai Rp 100 juta,” katanya.

Khusus untuk situs Wonosegoro, batu prasastinya tidak dipindahkan. Jadi tetap di tempat semula. Rencananya juga dibuatkan pagar dan atap penutup disekeliling batu tulis untuk menjaga agar prasasti dan tulisannya tidak aus. Namun, belum teranggarkan.”

Sebelumnya, Pamong Budaya Ahli Muda, BPCB Jateng, Eri Budiarto mengatakan ekskavasi tahap ketiga situs Watu Genuk telah menampakan sudut-sudut bangunan candi perwara. Lantaran pada ekskavasi sebelumnya, belum semua lapisan tanah dikupas.

Situs Candi Watu Genuk ini terdiri dari satu candi utama dan tiga candi perwara atau pengiring. Candi utama menghadap ke barat dengan pintu keluar di sebelah barat. Permukaan tanah di candi utama lebih tinggi. Sedangkan tiga candi perwara menghadap ke timur.

Baca Juga :  Lama Usulan Perbaikan Tak Direspons Pemerintah, Warga Cepogo, Boyolali Pun Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

“Kompleks situs ini juga dikelilingi dengan pagar batu-batu gundul atau batu kali. Ini bisa dilihat dari pondasi pagar yang masih tersisa. Untuk bagian atas pagar keliling sudah hancur,” lanjutnya

Sedangkan ketinggian candi belum bisa diprediksi. Karena harus dilakukan kejian studi kelayakan. Jika hasilnya ada rekomendasi untuk dipugar atau direstorasi, bisa dilanjutkan dengan studi teknis arkeologis. Dari situ muncul rencana bentuk penggambarannya akan direkonstruksi.

“Situs Watugenuk sangat potensial untuk dipugar, karena bagian atap, tubuh, bawah (pondasi) masih ada,” pungkasnya

Seperti diberitakan, pegiat BHS mengusulkan agar ekskavasi situs Candi Watu Genuk dituntaskan. Apalagi setelah ada temuan prasasti di situs tersebut. Saat ini, prasasti sudah dibawa ke BPCB guna penelitian lebih lanjut. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com