JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Luar Biasa! 2 Pekan Polres Wonogiri Ungkap 7 Kasus dengan 10 Tersangka

Kasus
Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (tengah) didampingi Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Supardi (kiri) dan Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo (kanan) dalam konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Jumat (10/3/2023). Joglosemarnews.com/Aris Arianto
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kerja keras kerja cerdas dan kerja tuntas ditunjukkan jajaran Polres Wonogiri.

Hanya dalam jangka waktu sekitar dua pekan sudah berhasil mengungkap sejumlah kasus kriminal.

Kasus kriminal yang terungkap selama kurun waktu dua minggu tersebut meliputi pencurian dengan pemberatan atau curat, perjudian, hingga persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Ada tujuh kasus kriminal berhasil diungkap dalam waktu dua pekan itu. Sedangkan total tersangka ada 10 orang.

“Semua kasus itu terungkap dalam dua pekan,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah dalam konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Jumat (10/3/2023).

Salah satu yang menonjol dalam pengungkapan kasus itu adalah persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Dimana tersangka berstatus guru PPPK dan korban sampai berbadan dua alias hamil.

Baca Juga :  Ide Bisnis Menjelang Libur Panjang Kenaikan Kelas, dari Penitipan Hewan hingga Pemandu Wisata

Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Supardi mengimbuhkan, ada bujuk rayu pelaku terhadap korban. Pelaku membujuk korban agar mau berhubungan badan dengan iming iming diberikan uang dan hp.

“Untuk langkah pencegahan atas kasus seperti ini Polres sudah menggandeng Pemkab untuk melakukan sosialisasi dan sebagainya. Kami juga meminta warga mengawasi anak anaknya,” tandas dia.

Sementara pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur, KT mengaku khilaf hingga tega berhubungan badan dengan korban.

Terpisah Wabup Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, kasus seperti ini perlu mendapatkan penanganan serius. Bupati Wonogiri Joko Sutopo juga memberi atensi pada kasus itu.

Baca Juga :  Lowongan ASN Kemhan 2024, Total 25.258 Formasi, untuk PNS dan PPPK Tenaga Teknis plus Kesehatan

“Pelaku juga harusnya bisa mendapatkan hukuman seberat-beratnya,” tegas Wabup Wonogiri Setyo Sukarno.

Menurut Wabup Wonogiri Setyo Sukarno, hukuman paling berat perlu diberikan kepada pelaku. Itu demi memberikan efek jera dan sebagai pengingat masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan tercela seperti yang dilakukan oknum guru itu.

Lebih jauh, Wabup Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan saat ini sudah ada satgas yang dibentuk oleh desa untuk memberikan edukasi pada masyarakat. Meski begitu, diakui bahwa kasus kekerasan kepada anak masih terjadi di Wonogiri dan itu bukti bahwa peran satgas masih belum optimal.

Efektivitas juga perlu ditingkatkan. Posyandu remaja juga sudah terbentuk. Kepedulian masyarakat terkait UUPA harus ditingkatkan. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com