JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Bertambah Lagi, Anggota KPPS bernama Giyanti 37 Tahun di Boyolali Meninggal Dunia karena Kelelahan

Giyanti (37), anggota KPPS 4 TPS 6 Desa Gubug, Kecamatan Cepogo meninggal dunia akibat kelelahan. Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Bertambah lagi petugas KPPS di Boyolali yang meninggal dunia. Setelah sebelumnya, Didik Wahyudi (54), ketua KPPS TPS 7 Desa Salakan, Kecamatan Teras, Boyolali meninggal pada Sabtu (17/2/2024) akibat kelelahan. Kali ini Giyanti (37), anggota KPPS 4 TPS 6 Desa Gubug, Kecamatan Cepogo juga meninggal.

Ratusan pelayat datang ke rumah duka di Dukuh Gunung Wijil Rt 09 Rw 10, Desa Gubug. Jenazah almarhumah dimakamkan di pemakaman umum dukuh setempat pada Selasa (20/2/2024) siang. Giyanti juga meninggal karena diduga kelelahan saat bertugas.

Bahkan, hal itu sudah dirasakannya saat tugas dalam coblosan pemilu pada Rabu (14/2/2024). “Almarhumah mengeluh sakit saat bertugas. Lalu pamit pulang dan sempat dirawat di rumah sakit, namun jiwanya tidak tertolong,” kata Ketua KPU Boyolali, Maya Yudayanti.

Baca Juga :  Asrama Haji Donohudan Boyolali Siap Terima Kedatangan Calon Haji

Ditemui wartawan di rumah duka, Maya mengaku bahwa pemerintah daerah sudah memfasilitasi seluruh anggota KPPS dan PPS dengan perlindungan sosial, BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga para anggota KPPS yang sakit atau meninggal bakal mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Saat ini tercatat ada dua petugas yang meninggal dunia. Selain itu, ada 23 anggota KPPS dan 5 petugas ketertiban yang sakit. Mudah- mudahan segera diberikan kesembuhan,” katanya.

Apakah bakal ada evaluasi dengan adanya kejadian tersebut ? Maya Yudayanti memastikan bahwa kejadian tersebut bakal menjadi bahan evaluasi KPU ke depan. Utamanya terkait beban kerja anggota KPPS. “Tak hanya KPU Boyolali, namun juga KPU Pusat akan melakukan evaluasi nantinya,” katanya.

Baca Juga :  Memprihatinkan, Prasasti Sarungga di Cepogo, Boyolali  Merana, Belum Dilindungi Secara Arkeologis

Sementara itu, Sulami, ibu kandung almarhumah tidak menyangka kalau putrinya meninggal setelah bertugas di KPPS. Pasalnya, saat dirawat di rumah sakit, dia mendapat penjelasan kalau almarhumah dalam kondisi kelelahan.

“Kata dokter, tinggal upaya untuk menangani kelelahan saja. Ternyata, anak saya itu tidak tertolong. Dia meninggal pada Senin (19/2/2024) pukul 22.00 di ruang ICU,” katanya.

Menurut Sulami, Giyanti sudah beberapa kali bertugas di KPPS. Sebenarnya, adiknya sudah memintanya agar istirahat dan tidak bertugas karena kurang enak badan. Namun Giyanti tidak mau. Alasannya dia senang bertugas di KPPS,” katanya. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com