JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Disnakan Boyolali Kian Gencarkan Pemeriksaan Ternak Jelang Idul Adha

Dinas Peternakan  (Disnakan) Boyolali terus menggencsrkan pemeriksaan ternak menjelang Idul adha 2024 / Foto: Waskita
   

BOYOLALI,  JOGLOSEMARNEWS.COM – Menjelang Idul Kurban, Dinas Peternakan (Disnakan) Boyolali meningkatkan pemantauan hewan kurban.

Pemantauan tak hanya menyasar ke pasar hewan, namun juga tempat penampungan ternak. Hasiknya, ada temuan seperti gejala klinis penyakit mukut dan kuku (PMK), lumpy skin deseases (LSD) hingga scabies.

Kabid Keswan Disnakan Boyolali, Afiany Rifdania menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan di penampung hewan kurban tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Yaitu, Kecamatan Mojosongo, Simo, Nogosari, Boyolali, Ampel, Gladagsari, Juwangi, Banyudono, Sawit dan Ngemplak.

“Jumlah ternak kurban yang diperiksa mencapai ribuan ekor. Rinciannya, 841 ekor sapi, 1.056 ekor kambing dan 316 ekor,” katanya, Kamis (13/6/2024).

Baca Juga :  Agus Irawan Calon Bupati Boyolali 2024 Bantu Droping Air Bersih Untuk Warga Juwangi

Adapun hasil pemeriksaan, enam ekor ternak diketahui mengalami gejala klinis. Afy menerangkan khusus temuan dua sapi dengan gejala klinis tersebut harus dipisahkan dari ternak lainnya. Dia meminta pemilik untuk mengisolasi mandiri dan diobati terlebih dahulu.

“Baru setelah dipastikan sembuh, sapi boleh dijual kembali.”

Selain itu, ada empat ekor kambing yang mengalami gejala gatal kulit. Indikasinya terkena scabies, temuan ini juga di Kecamatan Mojosongo.

“Scabies ini bisa menular ke manusia, jadi harus diobati hingga tuntas,”   bebernya.

Baca Juga :  Gerak Jalan Sehat Bersama Irjen Pol Ahmad Luthfi,  Ini Pesan Kapolda

Salah satu pemeriksaan di Mojosongo menyasar empat lokasi penampungan. Diantaranya di Desa Kragilan, Desa Brajan, Desa Dlingo. Dari empat lokasi tersebut dinas memeriksa 369 ekor sapi dan 100 ekor kambing.

“Di Desa Dlingo itu ditemukan sapi dengan gejala klinis benjol-benjol kulit sebanyak satu ekor dan bergejala hipersalivasi sebanyak satu ekor.”

Pihaknya menghimbau agar penjual menjual ternak yang sehat dan sesuai syariat. Jika terdapat gejala klinis hipersalivasi maupun LSD, diminta untuk isolasi terlebih dahulu. Setelah ternak sembuh, baru dijual. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com