Beranda Umum Nasional Meski 5 Peserta Tewas, Istana Pastikan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih...

Meski 5 Peserta Tewas, Istana Pastikan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan

Ilustrasi mayat | pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekalipun sudah jatuh lima orang korban tewas, pemerintah memastikan pelatihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Kampung Nelayan Merah Putih tidak akan dihentikan.

Sebaliknya, pelaksanaan program tersebut akan tetap dilanjutkan dengan sejumlah evaluasi dan perbaikan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Kepastian itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurutnya, program tersebut harus tetap berjalan karena para calon manajer dipersiapkan untuk segera bertugas mengelola program prioritas pemerintah.

“Secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja, sehingga pelatihan tetap jalan terus. Tetapi masukan dari berbagai pihak tentu diperhatikan,” kata Juri.

Ia menegaskan, pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi masalah seperti yang sudah terjadi meninggalnya lima orang itu tadi. Jadi Insyaallah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban,” ujarnya.

Juri menjelaskan, pembekalan yang diberikan kepada calon manajer Kopdes Merah Putih tidak semata-mata berisi kemampuan mengelola organisasi atau usaha, tetapi juga bertujuan membangun karakter kebangsaan.

Baca Juga :  Pemerintah Lagi Sibuk Kerja, Jokowi Malah Usul Prabowo-Gibran 2 Periode,  Ini Kata Mensegneg

“Tetapi juga memang pembekalan untuk menjadi manajer-manajer yang betul-betul memahami dan memiliki komitmen kuat untuk kebangsaan,” ujar Juri.

Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak menghentikan program tersebut.

“Semuanya tetap berjalan, tetapi diperbaiki, dievaluasi supaya lebih baik.”

Gelombang pertama latsarmil berlangsung sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan melibatkan 35.476 peserta. Sebanyak 30 ribu orang merupakan calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih, sedangkan 5.476 peserta lainnya dipersiapkan menjadi pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Namun, dalam kurun sepuluh hari pelaksanaan, lima peserta dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah Nola Dya Sari, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Nola Dya Sari yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan meninggal pada 26 Juni 2026 setelah mengeluhkan sesak napas dan demam. Pada hari yang sama, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta di Satuan Pendidikan Batalyon Para Komando (Yonko) 465 Jakarta Timur, juga meninggal setelah mengalami keluhan serupa. Rifki diketahui memiliki riwayat hipertensi dan obesitas.

Sementara itu, Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pelatihan di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara Jakarta meninggal pada 23 Juni 2026 akibat tuberkulosis (TBC) aktif.

Anisa Muyassaroh meninggal sehari setelah pelatihan dimulai, yakni pada 18 Juni 2026, akibat heat stroke saat mengikuti latihan di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedangkan Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada hari pertama pelatihan, 17 Juni 2026, akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Baca Juga :  Mahfud MD: Kalau Ada Demo Mahasiswa Bayaran, Bongkar Saja Siapa yang Membiayai

Sebagai tindak lanjut atas evaluasi tersebut, Kementerian Pertahanan melakukan penyesuaian terhadap pola pelatihan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan intensitas kegiatan fisik dan latihan taktis yang bernuansa militer telah dikurangi agar lebih sesuai dengan kondisi peserta yang berasal dari kalangan sipil.

“Prinsipnya esensi pembentukan disiplin dan karakter tetap berjalan, tapi pelaksanaannya dibuat lebih adaptif terhadap peserta berlatar belakang sipil,” kata Rico ketika dihubungi pada Ahad (28/6/2026). [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.